Menurut teori partikel, setiap zat
tersusun atas partikel-partikel zat. Partikel-partikel tersebut selalu
dalam keadaan bergetar dan bergerak. Jadi, sebenamya setiap zat selalu
dalam keadaan bergetar (getaran alamiah). Padahal getaran merupakan
sumber bunyi. Namun, kenyataannya bunyi yang dihasilkan oleh getaran
partikel benda tidak dapat kita dengar. Hal ini menunjukkan bahwa tidak
setiap bunyi dapat kita dengar. Kita hanya dapat mendengar bunyi yang
mempunyai frekuensi tertentu. Bunyi yang dapat kita dengar
dinamakan bunyi audio (audiosonik).
Bunyi audio (audiosonik) mempunyai frekuensi 20 Hz – 20.000 Hz. Jadi,
kita akan dapat mendengar suatu bunyi jika frekuensi bunyi tersebut
berkisar antara 20 Hz – 20.000 Hz.