Pengertian Lengkap Protoplasma

Ciri khas semua organisme adalah memiliki protoplasma, yaitu substansi majemuk yang terdiri dari berbagai bahan meliputi air, garam-garam mineral, dan banyak senyawa organik, di antaranya adalah karbohidrat, protein, dan lipid. Protoplasma bersifat pekat (kental), jernih (terang), dan koloid polifasis.
 Para cendekiawan sepakat bahwa hidup berada di dalam protoplasma, seperti yang semula dikemukakan oleh Dujardin 1835, Purkinje 1839, yang menemukan protoplasma pada hewan. Baru kemudian Mohl 1854, membawa pengertian yang sama bagi tumbuhan. Komposisi protoplasma adalah tetap, jadi bukan sebagai senyawa. Sifat-sifat kimia, fisik dan biologis protoplasma suatu jenis organisme berbeda dengan sifat kimia, fisik, dan biologis protoplasma organisme lain . 



Pena Untuk Menulis di Ruang Angkasa

Selama puncak perlombaan ruang angkasa antara AS dan Sovyet, yang terjadi pada tahun 1960, legenda mengatakan, para ilmuwan NASA menyadari bahwa pena tidak bisa berfungsi di ruang angkasa. Mereka perlu untuk mencari tahu cara lain agar para astronot dapat menulis. Jadi mereka menghabiskan bertahun-tahun dan dana jutaan dolar untuk mengembangkan pena yang bisa menempatkan tinta ke kertas dalam kondisi gravitasi mikro. Namun para ilmuwan di program ruang angkasa Soviet, begitulah ceritanya, memecahkan masalah 'tulis-menulis' di ruang angkasa tersebut dengan hanya memberikan pensil kepada para kosmonot mereka.



Cara Mendapatkan Sampel DNA Pisang

  1. Daun Pisang Digerus ditambahkan dengan nitrogen cair (Buffer lisis) sebanyak 2 ml kemudian Masukan kedalam tabung effendof 1,5 ml, Inkubasi 1 jam dengan suhu 60 derajat C.Ekstraksi dengan fenol:kloroform:isoamil (25:25:1) dan di homogenkan Sentrifugasi 10.000 rpm selama 10 menit
  2. Ambil Supernatanya dan peletnya dibuang kemudian Pindahkan ketabung effendof baru, Presipitasi (diendapkan) dengan iso propanol dua kali jumlah volume. Homogenkan dan Sentrifugasi 10.000 rpm selama 10 menit
  3. Ambil Peletnya dan buang supernatannya kemudian bilas dengan etanol 70% sebanyak 1 ml, homogenkan dan sentrifugasi 10.000 rpm selama 5 menit.
  4. Ambil Peletnya dan buang supernatannya, kemudian dikering anginkan dan ditambah dengan aquabides
  5. diperoleh sampel DNA

Asam Nukleat, Dna, Rna, Sel, dan Organel

Friedrich Miescher (1844-1895) adalah orang yang mengawali pengetahuan mengenai kimia dan inti sel. Pada tahun 1868, dilaboratorium Hoppe-Syler di Tubingen, beliau memilih sel yang terdapat pada nanah bekas pembalut luka, kemudian sel-sel tersebut dilarutkan dalam asam encer dan dengan cara ini diperoleh inti sel yang masih terikat pada sejumlah protein. Dengan menambahkan enzim pemecah protein ia dapat memperoleh inti sel saja dan dengan cara ekstraksi terhadap inti sel diperoleh suatu zat yang larut dalam basa tetapi tidak larut dalam asam. kemudian zat ini dinamakan “nuclein” sekarang dikenal dengan nama nucleoprotein. Selanjutnya dibuktikan bahwa asam nukleat merupakan salah satu senyawa pembentuk  sel dan      jaringan  normal.

Alam Semesta lebih dari satu (Multiverse)

Lihatlah diri anda saat bercermin. Pernahkah terpikir oleh anda bahwa bayangan anda di cermin benar-benar ada dan hidup ? Ya kedengarannya memang gila, tapi setidaknya itulah logika sederhana untuk mendefinisikan tentang dunia paralel. Kembaran dunia kita yang tak pernah kita sadari keberadaannya.


RAHASIA AIR ZAM-ZAM

Dari Ibnu Abbas RA, bahwasannya Nabi Muhammad SAW, bersabda tentang air zam zam yang artinya sebagai berikut “ Sebaik-baiknya air dipermukaan bumi ialah air zam zam, padanya terdapat makanan yang menyegarkan dan padanya terdapat penawar bagi penyakit”.
Kehadiran air zam zam tidak terlepas dari keajaiban yang dipertontonkan oleh Allah SWT, sebagai mukjizat kepada umat manusia melalui Nabi Ismail dan Ibunya Siti Hajjar, dan banyak sekali keistimewaannya, bahwa Allah memang bermaksud menyediakan sumber air ditengah-tengah gunung batu dan padang pasir yang gersang, hal ini sebagai konsekwensi atas perintahnya kepada Nabi Ibrahim AS, guna mengundang sebanyak-banyaknya umat manusia ke Baitullah.

Not Indonesian?

Search This Blog