Sistem Koordinasi serta Indra pada Manusia

Sebagai makhluk hidup kita memiliki tanggapan terhadap rangsang, seperti saat kita menyentuh gelas berisi teh atau susu panas, maka secara refleks kita menarik tangan kita.

Sistem Koordinasi dan Alat Indera Pada Manusia

Peristiwa refleksnya kita menarik tangan karena menyentuh benda panas penyebabnya adalah karena kita memiliki sistem saraf yang berfungsi untuk merespons rangsangan dan melaporkannya ke otak. Sistem saraf merupakan salah satu sistem koordinasi tubuh. Sistem saraf berhubungan erat dengan alat indera manusia.

Sistem Saraf
Sistem saraf disusun oleh satuan terkecil yang disebut sel saraf. Sistem saraf terdiri atas otak, sumsum tulang belakang, dan saraf (neuron). Fungsi sistem saraf adalah sebagai pengatur koordinasi alat-alat tubuh, pusat kesadaran, kemauan dan pikiran.
Sel Saraf
Berdasarkan fungsinya, sel saraf dibagi menjadi dua macam, yaitu neuron dan neuroglia. Neuron berfungsi sebagai pembawa impuls dari organ ke saraf pusat atau sebaliknya. Sedangkan, neuroglia berperan untuk mendukung neuron melaksanakan tugasnya dengan baik. Berdasarkan struktur dan fungsinya, terdapat tiga macam sel saraf, yaitu sel saraf sensorik, motoris, dan konektor (interneuron).
Gerak Biasa dan Gerak Refleks
Gerak biasa adalah gerak yang dilakukan dengan kesadaran. Sedangkan, gerak
refleks dilakukan di luar kesadaran. 
Sistem Saraf Pusat
Sistem saraf pusat terdiri atas otak dan sumsum tulang belakang (medula spinalis). Otak dibagi menjadi otak besar (cerebrum), otak tengah (mesensefalon), otak kecil (cerebelum) dan sumsum lanjutan (medula oblongata).
Sistem Saraf Tepi
Sistem saraf tepi terdiri atas sistem saraf sadar (saraf kraniospinal) dan saraf tak sadar (saraf otonom). Sistem saraf tak sadar dibagi menjadi sistem saraf simpatik dan sistem saraf parasimpatik.
Tubuh manusia mempunyai 5 alat indera dan masing-masing berfungsi untuk mendeteksi adanya rangsangan tertentu. Seperti telinga yang mendeteksi adanya suara, hidung yang mendeteksi bau dan mata yang mendeteksi cahaya. Organ indera bisa menentukan adanya rangsang tertentu karena ada sel-sel reseptor. Macam-macam alat indera pada manusia yaitu :
Mata (Indera Penglihatan)
Mata memiliki struktur seperti kornea, iris, pupil, retina, vitreous humor, aqueus humor, dan lensa. Mata menerima rangsangan berkas-berkas cahaya pada retina. Kemudian, rangsangan ini dialihkan ke pusat penglihatan melalui serabut-serabut nervus optikus untuk diterjemahkan sehingga kita dapat melihat benda.
Telinga (Indera Pendengaran)
Telinga terdiri atas tiga bagian, yaitu telinga luar, telinga tengah, dan rongga telinga dalam. Gelombang bunyi akan ditangkap dan dikumpulkan oleh daun telinga kemudian masuk saluran telinga dan menggetarkan gendang telinga. Getaran pada gendang telinga diteruskan oleh tulang-tulang pendengaran (tulang martil, landasan dan sanggurdi) ke tingkap jorong kemudian masuk ke rumah siput dan menggetarkan cairan limfa. Getaran cairan limfa akan merangsang saraf pendengaran untuk menyampaikannya ke otak sehingga kita dapat mendengar.
Hidung (Indera Penciuman)
Sel-sel sensori penerima rangsang berupa bau terdapat di lapisan epitel dalam rongga hidung dan dilindungi oleh mukus (lendir). Di akhir setiap sel sensori terdapat silia atau rambut pembau.
Lidah (Indera Pengecap)
Permukaan lidah kasar karena terdapat tonjolan yang disebut papila. Papila ini berfungsi untuk mengecap  empat macam rasa, yaitu manis, pahit, asam, dan asin.
Kulit (Indera Peraba)
Kulit dibagi menjadi dua lapisan, yaitu epidermis (kutikula) dan dermis (korium). Kulit terdiri dari 5 macam reseptor khusus yaitu tekanan, sentuhan, sakit, panas, dan dingin.

artikel ini disalin lengkap dari: http://www.gudangbiologi.com/2015/12/sistem-koordinasi-dan-alat-indera-pada-manusia.html
halaman utama website: http://www.gudangbiologi.com/
jika mencari artikel yang lebih menarik lagi, kunjungi halaman utama website tersebut. Terimakasih!

No comments:

Not Indonesian?

Search This Blog