Pengertian dan Penjelasan Lengkap Hukum Hooke

A. PENGERTIAN HUKUM HOOKE DAN ELASTISITAS
Hukum Hooke dan elastisitas merupakan dua istilah yang saling berkaitan. Untuk memahami arti kata elastisitas, banyak orang menganalogikan istilah tersebut dengan benda-benda yang terbuat dari karet, meskipun pada dasarnya tidak semua benda dengan bahan dasar karet bersifat elastis. Kita ambil dua contoh karet gelang dan peren karet. Jika karet gelang tersebut ditarik, maka panjangnya akan terus bertambah sampai batas tertentu. Kemudian, apabila  tarikan dilepaskan panjang  karet gelang akan kembali  seperti semula. Berbeda halnya dengan permen karet, Jika ditarik panjangnya akan terus bertambah sampai batas tertentu tapi apabila tarikan dilepaskan panjang permen karet tidak akan kembali  seperti semula. Hal ini dapat terjadi karena karet gelang  bersifat elastis sedangkan permen karet bersifat plastis. Namun, apabila karet gelang ditarik terus menerus adakalanya bentuk kareng gelang tidak kembali seperti semula yang artinya sifat elastisnya telah hilang. Sehingga diperlu tingkat kejelian yang tinggi untuk menggolongkan mana benda yang bersifat elastis dan plastis.

 Jadi, dapat disimpulkan bahwa elastisitas adalah kemampuan suatu benda untuk kembali ke bentuk awal setelah gaya pada benda tersebut dihilangkan. Keadaan dimana suatu benda tidak dapat lagi kembali ke bentuk semula akibat gaya yang diberikan terhadap benda terlalu besar disebut sebagai batas elastis. Sedangkan hukum Hooke merupakan gagasan yang diperkenalkan oleh Robert Hooke yang menyelidiki hubungan antar gaya yang bekerja pada  sebuah pegas/benda elastis lainnya agar benda tersebut bisa kembali ke bentuk semua atau tidak melampaui batas elastisitasnya.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Hukum Hooke mengkaji jumlah gaya maksimum yang dapat diberikan pada sebuah benda yang sifatnya elastis (seringnya pegas)  agar tidak melwati batas elastisnya dan menghilangkan sifat elastis benda tersebut.

B. KONSEP HUKUM HOOKE DAN ELASTISITAS
Bunyi Hukum Hooke ialah “Jika gaya tarik yang diberikan pada sebuah pegas tidak melampaui batas elastis bahan maka pertambahan panjang pegas berbanding lurus/sebanding dengan gaya tariknya”.
Jika gaya yang diberikan melampaui batas elastisitas, maka benda tidak dapat kembali ke bentuk semula dan apabila gaya yang diberikan jumlahnya terus bertambah maka benda dapat rusak. Dengan kata lain, hukum Hooke hanya  berlaku  hingga batas  elastisitas.

Dari gagasan tersebut dapat disimpulkan bahwa konsep hukum Hooke ini menjelaskan mengenai hubungan antara gaya yang diberikan pada sebuah pegas ditinjau dari pertambahan panjang yang dialami oleh pegas tersebut. Besarnya perbandingan antara gaya dengan pertambahan panjang pegas adalah konstan. Fenomena ini dapat lebih mudah dipahami dengan memperhatikan gambar grafik berikut ini.

Gambar 1, menjelaskan bahwasanya jika  pegas  ditarik  ke  kanan  maka  pegas  akan  meregang  dan  bertambah  panjang. Jika  gaya  tarik yang diberikan pada pegas tidak terlalu besar, maka pertambahan panjang pegas sebanding dengan besarnya gaya tarik. Dengan kata lain, semakin besar gaya tarik, semakin besar pertambahan panjang pegas.
Pada Gambar 2, digambarkan bahwa kemiringan grafik sama besar yang menunjukkan perbandingan besar gaya tarik terhadap pertambahan panjang pegas bernilai konstan. Hal ini menggambarkan sifat kekakuan dari sebuah pegas yang dikenal sebagai ketetapan pegas.  Secara  matematis  hukum  Hooke  dapat dituliskan sebagai berikut.
Keterangan:
F   = Gaya luar yang diberikan (N)
k   =  Konstanta pegas (N/m)
Δx = Pertanbahan panjang pegas dari posisi normalnya (m)
Artikel Penunjang : Hukum Perbandingan Tetap (Hukum Proust)
C. BESARAN DAN RUMUS DALAM HUKUM HOOKE DAN ELASTISITAS
1. Tegangan
Tegangan merupakan keadaan dimana sebuah benda mengalami pertambahan panjang ketika sebuah benda diberi gaya pada salah satu ujungnya sedangkan ujung lainnya ditahan. Contohnya, misal seutas kawat dengan luas penampang x m2, dengan panjang mula-mula x meter ditarik dengan gaya sebesar N pada salah satu ujungnya sedangkan pada ujung yang lain ditahan maka kawat akan mengalami pertambahan panjang sebesar x meter.  Fenomena ini mengambarkan suatu tegangan yang mana dalam fisika disimbolkan dengan σ dan secara matematis dapat ditulis seperti berikut ini.
Keterangan:
F = Gaya (N)
A = Luas penampang (m2)
σ = Tegangan (N/ m2 atau Pa)

2. Regangan
Regangan merupakan perbandingan antara pertambahan panjang kawat  dalam x meter dengan  panjang  awal kawat dalam x meter. Regangan dapat terjadi dikarenakan gaya yang diberikan pada benda ataupun kawat tersebut dihilangkan, sehingga kawat kembali ke bentuk awal.
Hubungan ini secara matematis dapat dituliskan seperti dibawah ini.
Keterangan:
e   = Regangan
ΔL = Pertambahan panjang (m)
Lo = Panjang mula-mula (m)

Sesuai dengan persamaan di atas, regangan (e) tidak memiliki satuan dikarenakan pertambahan  panjang  (ΔL) dan  panjang  awal  (Lo)  adalah  besaran dengan satuan yang sama

3. Modulus Elastisitas (Modulus Young)
Dalam fisika, modulus elastisitas disimbolkan dengan E. Modulus elastisitas menggambarkan perbandingan antara tegangan dengan regangan yang dialami bahan. Dengan kata lain, modulus elastis sebanding dengan tegangan dan berbanding terbalik regangan.
Keterangan:
E = Modulus elastisitas (N/m)
e = Regangan
σ = Tegangan (N/ m2 atau Pa)


4. Mampatan
Mampatan merupakan suatu keadaan yang hampir serupa dengan regangan. Perbedaannya terletak pada arah perpindahan molekul benda setelah diberi gaya. Berbeda halnya pada regangan dimana molekul benda akan terdorong keluar setelah diberi gaya. Pada mampatan, setelah diberi gaya, molekul benda akan terdorong ke dalam (memampat).

5. Hubungan Antara Gaya Tarik dan Modulus Elastisitas
Jika ditulis secara matematis, hubungan antara gaya tarik dan modulus elastisitas  meliputi:
Keterangan:
F = Gaya (N)
E = Modulus elastisitas (N/m)
e = Regangan
σ = Tegangan (N/ m2 atau Pa)
A = Luas penampang (m2)
E = Modulus elastisitas (N/m)
ΔL = Pertambahan panjang (m)
Lo = Panjang mula-mula (m)

6. Hukum Hooke
Hukum Hooke menyatakan bahwa “jika gaya tari tidak melampaui batas elastis pegas, maka pertambahan panjang pegas berbanding lurus dengan gaya tariknya”. Secara matematis ditulis sebagai berikut.
Keterangan:
F   = Gaya luar yang diberikan (N)
k   =  Konstanta pegas (N/m)
Δx = Pertanbahan panjang pegas dari posisi normalnya (m)

Hukum Hooke untuk Susuna Pegas
6a. Susunan Seri
Apabila dua buah pegas yang memiliki tetapan pegas yang sama dirangkaikan secara seri, maka panjang pegas menjadi 2x. Oleh karena itu, persamaan pegasnya yaitu:
Keterangan:
Ks   = Persamaan pegas
k   =  Konstanta pegas (N/m)

Sedangkan persamaan untuk n pegas yang tetapannya dan disusun seri ditulis seperti berikut ini.
Keterangan:
n   = Jumlah pegas

6b. Susunan Paralel
Apabila pegas disusun secara paralel, panjang pegas akan tetap seperti semula, sedangkan luas penampangnya menjadi lebih 2x dari semula jika pegas disusun 2 buah. Adapun persamaan pegas untuk dua pegas yang disusun secara paralel, yaitu:
Keterangan:
Kp   = Persamaan pegas susunan paralel
k   =  Konstanta pegas (N/m)

Sedangkan persamaan untuk n pegas yang tetapannya sama dan disusun secara paralel, akan dihasilkan pegas yang lebih kuat  karena tetapan pegasnya menjadi lebih besar. Persamaan pegasnya dapat ditulis sebagai berikut.
Keterangan:
n   = Jumlah pegas

D. APLIKASI HUKUM HOOKE
Dalam pengaplikasian hukum Hooke sangat berkaitan erat  dengan  benda  benda  yang  prinsip  kerjanya  menggunakan  pegas dan yang bersifat elastis. Prinsip hukum Hooke telah diterapkan pada beberapa benda-benda berikut ini.
  • Mikroskop yang berfungsi untuk melihat jasad-jasad renik yang sangat kecil yang tidak dapat dilihat oleh mata telanjang
  • Teleskop  yang berfungsi untuk melihat  benda-beda yang letaknya  jauh  agar tampak  dekat, seperti benda luar angkasa
  • Alat pengukur percepatan gravitasi bumi
  • Jam yang menggunakan peer sebagaipengatur waktu
  • Jam kasa atau kronometer yang dimanfaatkan untuk menentukan garis atau kedudukan kapal yang berada di laut
  • Sambungan  tongkat-tongkat persneling kendaraan baik sepeda motor maupun mobil
  • Ayunan pegas
  • Beberapa benda yang telah disebutkan diatas memiliki peranan penting dalam kehidupan manusia. Dengan kata lain, gagasan Hooke memberi dampak positif terhadap kualitas hidup maunsia.

artikel ini disalin lengkap dari: http://www.softilmu.com/2015/12/Pengertian-Konsep-Rumus-Besaran-Aplikasi-Hukum-Hooke-Adalah.html
halaman utama website: http://www.softilmu.com/
jika mencari artikel yang lebih menarik lagi, kunjungi halaman utama website tersebut. Terimakasih!

Pengertian Lengkap Karbohidrazida

Karbohidrazida digunakan sebagai “pemangsa oksigen” dalam pengolahan air untuk boiler. Ini adalah sebuah alternatif untuk hidrazin yang berbahaya dan berpotensi karsinogenik. Karbohidrazida bereaksi dengan oksigen untuk membentuk air, nitrogen dan urea. Senyawa ini juga berfungsi memasivasikan logam dan mereduksi oksida logam mengubah ferri oksida menjadi ferro oksida dan mengubah kupri oksida menjadi kupro oksida.

Pengertian Lengkap Selenium Trioksida

SELENIUM TRIOKSIDA (SeO3) ialah senyawa kimia yang digunakan dalam produksi perangkat sel fotolistrik dan energi surya. Senyawa ini higroskopik, suatu zat peng-oksidasi dan suatu asam Lewis.
Adapun sifat-sifat Selenium trioksida adalah:
  • Rumus molekul: SeO3
  • Berat molekul: 126,96 gr/mol
  • Penampilan: Kristal putih higroskopik
  • Densitas: 3,44 gr/cm3
  • Titik lebur: 118,35 °C
  • Titik didih: Menyublim
  • Kelarutan dalam air: Sangat larut
  • Struktur Kristal: Tetragonal
  • Bahaya (klasifikasi Uni Eropa): Tidak terdaftar

Pengertian Lengkap Eugenol

Eugenol ialah fenilpropena, suatu guaiakol rantai-bersubstitusi alil. Eugenol merupakan anggota dari kelas senyawa kimia fenilpropanoid. Senyawa ini adalah cairan berminyak kuning pucat yang diekstrak dari minyak esensiil tertentu terutama dari minyak cengkeh,  buah pala, kayu manis, kemangi, dan daun teluk. Eugenol sedikit larut dalam air dan larut dalam pelarut organik. Senyawa ini memiliki rasa pedas, aromanya seperti cengkeh.

Pengertian Lengkap Besi(II) Sulfat

Besi(II) sulfat (ferro sulfat) ialah senyawa kimia dengan rumus FeSO4. Besi(II) sulfat digunakan secara medis untuk mengobati kekurangan zat besi, dan juga untuk aplikasi industri. Terkenal sejak zaman dahulu kala sebagai copperas dan sebagai vitriol hijau, heptahidrat biru-hijau adalah bentuk paling umum dari bahan ini. Semua besi sulfat larut dalam air yang menghasilkan kompleks aquo yang sama [Fe(H2O)6]2+, yang memiliki geometri molekul oktahedral dan bersifat paramagnetik.

Pengertian Lengkap Nikerl(II) Sulfat

Nikel(II) sulfat, atau nikel sulfat saja, biasanya tertuju pada senyawa anorganik dengan rumus NiSO4(H2O)6. Garam berwarna biru yang sangat larut ini merupakan sumber ion Ni2+ yang biasa untuk penyepuhan (electroplating). Sekitar 40.000 ton diproduksi pada tahun 2005. Garam ini digunakan untuk electroplating nikel.

Pengertian Lengkap Stronsium Sulfat

Stronsium sulfat (SrSO4) adalah garam sulfat dari stronsium. Garam ini adalah serbuk kristal berwarna putih (ortorombik, oP24) dan terjadi secara alami sebagai mineral celestine. Garam ini kurang larut dalam air pada tingkat 1 bagian dalam 8.800. Garam ini lebih larut dalam HCl dan asam nitrat encer dan  lumayan larut dalam larutan klorida alkali, misalnya natrium klorida.

Pengertian Lengkap Timah(II) Oksida

TIMAH(II) OKSIDA (stanni oksida) ialah suatu senyawa dengan rumus SnO. Oksida timah ini terdiri dari timah dan oksigen di mana timah memiliki keadaan oksidasi +2. Ada dua bentuk, bentuk stabil biru-hitam dan bentuk metastabil merah.

Pengertian Lengkap Vanadium Oksida

Vanadium(V) oksida (vanadia) ialah senyawa anorganik dengan rumus V2O5. Secara umum dikenal sebagai vanadium pentoksida, ini adalah zat padat berwarna coklat/kuning, meskipun ketika diendapkan segar dari laruta air, warnanya jingga gelap. Disebabkan keadaan oksidasinya tinggi, baik oksida amfoter maupun zat pengoksidasi. Dari  persoektif industri, oksida ini merupakan senyawa paling penting dari vanadium, sebagai prekursor dasar untuk paduan vanadium dan luas digunakan sebagai katalis industri.
Bentuk mineral dari senyawa ini,  shcherbinaite, sangat langka, hampir selaqlu dijumpai di antara fumarol. Mineral trihidrat, V2O5·3H2O, juga dikenal dengan nama navajoite.

Nama IUPAC oksida vanadium ini ialah Divanadium pentoksida; nama lainnya adalah Vanadium pentoksida, Vanadat anhidrida, Divanadium pentoksida. Adapun sifat-sifatnya adalah:

·         Rumus molekul: V2O5

·         Berat molekul: 181,8800 gr/mol

·         Penampilan: Zat padat berwarna kuning

·         Densitas: 3,357 g/cm3

·         Titik lebur: 690 °C; 1274 °F; 963 K

·         Titik didih:1750 °C; 3180 °F; 2020 K (terurai)

·         Kelarutan dalam air: 0,8 gr/L (20 °C)

·         Struktur kristal: Ortorombik

·         Gugus ruang: Pmmn, No. 59

·         Konstanta kisi: a = 1151 pm, b = 355.9 pm, c = 437.1 pm

·         Geometri koordinasi: Bipiramida (V) trigonal terdistorsi

·         MSDS: ICSC 0596

·         Kata sinyal GHS: Berbahaya

·         Indeks Uni Eropa: 023-001-00-8

·         Klasifikasi Uni Eropa: Mutagenik Cat.3; Reproduksi Cat.3; Beracun (T); Berbahaya (Xn); Iritasi (Xi); Berbahaya bagi lingkungan (N)

·         Titik nyala: Tidak mudah terbakar

·         LD50: 10 mg/kg


SIFAT KIMIA

Pada pemanasan, V2O5 kehilangan oksigen secara timbal-balik (reversible), bertrut-turut membentuk V2O4, V2O3, VO dan logam vanadium.

Reaksi Asam-Basa

Tidak seperti kebanyakanoksida logam, oksida ini sedikitlarutdalam airuntuk memberikanlarutan asamkuning pucat. Ketikasenyawa inidibentuk olehV2O5adalah oksidaamfoter. Dengan demikian, V2O5bereaksi denganasamnon-pereduksi kuat untuk membentuklarutan yang mengandunggaramkuning pucatyang mengandungdioksovanadium(V) pusat:
V2O5 + 2 HNO3 → 2 VO2(NO3) + H2O
V2O5 juga bereaksi dengan alkali kuat untuk membentuk polioksovanadat, yang memiliki struktur yang bergantung pada pH. Bila NaOH berair digunakan berlebih, produknya adalah suatu garam tidak berwarna, natrium ortovanadat, Na3VO4. Bila asam ditambahkan perlahan-lahan ke dalam larutan Na3VO4, warna secara bertahap  memperdalammelaluijinggake merahsebelum V2O5terhidrasi coklatmengendapsekitarpH2. Larutan initerutama mengandungionHVO42danV2O74antarapH9danpH13, tetapi di bawahpH9spesies yang lebiheksotis sepertiV4O124danHV10O285(dekavanadat)mendominasi.
Pada pengolahan dengan tinil klorida, V2O5berubah menjadi vanadium oksiklorida, VOCl3:
V2O5 + 3 SOCl2 → 2 VOCl3 + 3 SO2

Reaksi Redoks

V2O5 mudah tereduksi dalam media asam menghasilkan spesies vanadium(IV) yang stabil, ion vanadil biru (VO(H2O)52+). Konversi ini menggambarkan sifat-sifat redoks dari V2O5. Sebagai contoh, HCl dan HBr dioksidasi menjadi halogen yang sesuai, misalnya,
V2O5 + 6HCl + 7H2O → 2[VO(H2O)5]2+ + 4Cl + Cl2
V2O5 padat direduksi oleh asam oksalat, karbon monoksida, dan sulfur dioksida yang menghasilkan vanadium(IV) oksida,  VO2 sebagai zat padat biru-gelap. Reduksi lebih lanjut menggunakan hidrogen atau CO berlebih dapat menyebabkan campuran oksida kompleks seperti V4O7 dan V5O9 sebelum V2O3 yang berwarna hitam dicapai. Senyawa-senyawa vanadat atau vanadil(V) dalam larutan asam direduksi oleh seng amalgam melalui jalur penuh-warna yang menarik.
VO2+ (kuning) =>  VO2+ (biru) => V3+ (hijau) =>   V2+ (ungu)

PEMBUATAN

V2O5 taraf teknis diproduksi sebagai serbuk hitam yang digunakan untuk produksi logam vanadium dan ferrovanadium. Bijih vanadium atau residu kaya-vanadium diolah dengan natrium karbonat untuk menghasilkan natrium metavanadat, NaVO3. Bahan ini kemudian diasamkan pada pH 2–3 menggunakan  H2SO4 untuk menghasilkan endapan  “kue berwarna merah” (lihat di atas). Kue berwarna merah ini kemudian dileburkan pada suhu  690 °C untuk menghasilkan V2O5 mentah.
Vanadium(V) oksida diproduksi ketika logam vanadium dipanaskan dengan oksigen berlebih, tetapi produk ini terkontaminasi dengan yang lain, oksida-oksida yang lebih rendah. Pembuatan secara laboratoriumyang lebih memuaskanmelibatkandekomposisiamoniummetavanadatpada suhu sekitar200°C:
2 NH4VO3 → V2O5 + 2 NH3 + H2O

KEGUNAAN

Produksi Ferrovanadium

Dari kuantitas, penggunaan yang menonjol untuk  vanadium(V) oksida ialah dalam produksi ferrovanadium (lihat di atas). Oksida ini dipanaskan dengan skrap besi dan ferrosilikon, bersama kapur yang ditambahkan untuk membentuk terak kalsium silikat. Aluminium mungkin juga digunakan, menghasilkan paduan besi-vanadium seiring dengan alumina sebagai hasil-samping.

Produksi Asam Sulfat

Penggunaan yang penting lainnya dari vanadium(V) oksida ialah dalam produksi asam sulfat, suatu industri kimia penting dengan produksi di seluruh duni setiap tahunnya mencapai 165 juta metrik ton pada 2001, dengan nilai mencapai 8 miliar dolar AS. Vanadium(V) melayani tujuanpenting yang mengkatalisasioksidasieksotermiksecara lunak sulfur dioksidamenjadi belerangtrioksidamelalui udaradalamproses kontak:
2 SO2 + O2 = 2 SO3 (reaksi berlangsung timbal-balik)
Penemuan reaksi sederhana ini, untuk mana V2O5 merupakan katalis paling efektif, yang memungkinkan asam sulfat menjadi komoditas kimia yang murah dewasa ini. Reaksi ini dilakukan antara suhu 400 dan 620 °C; di bawah 400 °C V2O5 tidak aktif sebagai katalis, dan di atas 620 °C V2O5 mulai terurai.  Karena itu diketahui bahwa V2O5 dapat direduksi menjadi VO2 oleh SO2, satu sikluskatalitikyang mungkin adalahsebagai berikut:
SO2 + V2O5 → SO3 + 2VO2
Diikuti dengan
2VO2 +½O2 → V2O5
V2O5 juga digunakan sebagai katalis dalam reduksi katalitik selektif (SCR) emisi NOx dalam beberapa pembangkit listrik. Karena keefektifannya dalam mengubah sulfur dioksida menjadi sulfur trioksida, dan selanjutnya asam sulfat, cara khusus harus dilakukan dengan suhuoperasidan penempatanunitSCRpembangkit listrikketikamenembakkanbahan bakaryang mengandung belerang.

Oksidasi Lain

Anhidrida maleat diproduksi melalui oksidasi butana dengan udara yang dikatalisis V2O5:
C4H10 + 4 O2 → C2H2(CO)2O + 8 H2O
Anhidrida maleat digunakan untuk produksi resin poliester dan resin alkyd.
Anhidrida ftalat diproduksi dengan cara yang sama melalui oksidasi orto-xylene atau naftalena yang dikatalisis V2O5  pada suhu 350–400 °C. Persamaan ini untuk oksidasi xylene:
C6H4(CH3)2 + 3 O2 → C6H4(CO)2O + 6 H2O
Anhidrida ftalat adalah prekursor untuk plastisir, yang digunakan untuk mengatur kelenturan polimer.
Berbagai senyawa industri lain diproduksi dengan cara serupa, termasuk asam adipat, asam akrilat, asam oksalat, dan antrakuinon.

Aplikasi lain

Karena koefisien daya tahan panasnya yang tinggi,  vanadium(V) oksida menemui kegunan sebagai bahan detektor dalam deret bolometer dan mikrobolometer untuk penjejak panas. V2O5 juga menemui aplikasi sebagai sensor etanol dalam tingkat ppm (sampai 0,1 ppm).
Baterai redoks vanadium merupakan satu jenis baterai mengalir yang digunakan untuk penyimpan energi, termasuk fasilitas daya seperti  pembangkit tenaga angin.

AKTIVITAS BIOLOGIS

Vanadium(V) oksida menunjukkan toksisitassederhanabagi manusia, denganLD50sekitar470mg/kg. Semakin besarbahaya  denganmenghirupdebu, di manaLD50berkisar4-11mg/kgselama14 haripaparan. Vanadat(VO43), yang terbentuk olehhidrolisisV2O5pada pHtinggi, munculuntuk menghambatenzim yangmemerosesfosfat(PO43). Namunmodus aksinyamasih sulit dipahami.

artikel ini disalin lengkap dari: https://wawasanilmukimia.wordpress.com/2014/05/10/untuk-apa-vanadiumv-dibuat/
halaman utama website: https://wawasanilmukimia.wordpress.com/
jika mencari artikel yang lebih menarik lagi, kunjungi halaman utama website tersebut. Terimakasih!

Pengertian Lengkap Paladium(II) Oksida

Paladium(II) oksida adalah  sewnyawa anorganik dengan rumus PdO. Oksida ini adalah satu-satunya oksida paladium yang ditandai dengan baik. Paladium oksida dibuat dengan mengolah logam paladium dengan oksigen pada suhu sekitar 900 °C. Oksida ini tidak diserang oleh asam, karena paladium adalah logam yang reakstif. Oksida paladium sulit diroduksi dan relatif mudah terurai.

Pengertian Lengkap Tellurium Dioksida

TELLURIUM DIOKSIDA (TeO2) merupakan oksida padat dari tellurium. Hal ini ditemui dalam dua bentuk yang berbeda, tellurite mineral ortorombik kuning, β-TeO2, dan sintetik, tetragonal tidak berwarna (paratellurite), α-TeO2. Kebanyakan dari Sebagian besar informasi mengenai reaksi kimia telah diperoleh dalam penelitian yang melibatkan paratellurite, α-TeO2.

Pengertian lengkap Tungsten Diselenida

TUNGSTEN DISELENIDA ialah suatu senyawa anorganik dengan rumus WSe2. Senyawa ini mengadopsi struktur kristal heksagonal yang mirip dengan molibdenum disulfida. Setiap atom tungsten berikatan secara kovalen dengan enam ligan selenium dalam lingkaran koordinasi trigonal prismatik sambil setiap selenium terikat dengan tiga atom tungsten dalam geometri piramida.

Pengertian Lengkap Seng Oksida Eugenol

Seng oksida eugenol (ZOE) adalah bahan yang dibuat oleh kombinasi seng oksida dan eugenol yang terkandung dalam minyak cengkeh. Reaksi asam-basa terjadi dengan pembentukan khelat seng eugenolat. Reaksi ini dikatalisis oleh air dan dipercepat oleh kehadiran garam logam. ZOE dapat digunakan sebagai pengisi atau bahan semen di kedokteran gigi.

Pengertian Lengkap Seng Selenida

Seng selenida (ZnSe), senyawa padat kuning terang. ZnSe, suatu semikonduktor intrinsik dengan celah pita sekitar 2,70 eV pada suhu 25 °C. ZnSe langka terjadi di alam. ZnSe dijumpai sebagai mineral stilleite yang dinamakan sesuai dengan nama Hans Stille.

Pengertian Lengkap Seng Sulfat

SENG SULFAT ialah senyawa anorganik dengan rumus ZnSO4 serta salah satu dari tiga hidrat. Senyawa ini secara historis dikenal sebagai “vitriol putih”. Ini adalah zat padat tidak berwarna yang merupakan sumber umum dari ion seng larut.

Pengertian Lengkap Antimon Petoksida

ANTIMON PETOKSIDA (Sb2O5) ialah suatu senyawa kimia dari antimon dan oksigen. Oksida ini selalu terjadi dalam bentuk terhidrat, Sb2O5·nH2O. Oksida ini mengandung antimon dalam keadaan oksidasi +5.
Nama IUPAC Antimon pentoksida ialah (diokso-λ5-stibanil)oksi-diokso-λ5-stibana.

Pengertian Lengkap Barium Sulfat

Barium sulfat adalah senyawa anorganik  dengan rumus kimia BaSO4. Garam sulfat ini adalah zat padat kristal putih yang tidak berbau dan tidak larut dalam air. Garam ini terjadi sebagai mineral barite, yang merupakan sumber komersial utama dari barium dan bahan-bahan yang dibuat darinya. Penampilannya putih buram dan densitasnya tinggi yang dieksploitasi dalam aplikasi utamanya.

Unsur Kimia Kalsium

KALSIUM, unsure kimia dengan symbol Ca dan jumlah atom 20. Kalsium mempunyai berat atom 40,078 amu. Kalsium adalah salah satu unsur logam akali tanah, lunak, berwarna abu-abu, dan merupakan unsur paling berlimpah kelima dalam massa kulit bumi. Unsur ini juga merupakan ion terlarut paling berlimpah kelima dalam air laut, setelah natrium klorida, magnesium dan sulfat.

Pengertian Lengkap Kalium Sulfat

Kalium sulfat (K2SO4), juga disebut sulfatgaram abu (potash), arcanite, atau, dikenal sebagai garam abu belerang) ialah garam kristal putih tidak terbakar yang larut dalam air. Zat kimia ini digunakan secara umum sebagai pupuk, yang menyediakan kalium dan belerang.


Pengertian Lengkap Kadmium Sulfat

Kadmium sulfat adalah nama dari seri yang terkait dengan senyawa anorganik dengan rumus CdSO4.xH2O. Bentuk paling umum ialah CdSO4.H2O monohidrat, tetapi dua bentuk lain dikenal dengan CdSO4.8/3H2O dan garam anhidratnya (CdSO4). Semua garam ini tidak berwarna dan sangat larut dalam air.


Pengertian Lengkap Nikel Oksida

NIKEL(II) OKSIDA ialah senyawa kimia dengan rumus NiO. Ini adalah oksida yang terkenal yang hanya dicirikan dengan baik sebagai oksida nikel (melalui nikel(III) oksida,  Ni2O3 dan NiO2 telah diakui). Bentuk mineralogi dari NiO, bunsenite, sangat langka. NiO diklasifikasikan sebagai oksida logam basa. Beberapa juta kilogram diproduksi dalam berbagai kualitas setiap tahunnya, terutama sebagai zat-antara dalam produksi paduan nikel.

Pengertian Lengkap Natrium Bismutat

Natrium bismutat ialah senyawa anorganik dengan rumus  NaBiO3. Senyawa ini adalah suatu zat padat kekuningan yang merupakan pengoksidasi kuat. Oksida ini tidak larut dalam air. Oksida ini secara komersial tersedia namun sampel komersial mungkin suatu campuran dari bismut(V) oksida, natrium karbonat dan natrium peroksida.

Pengertian Lengkap Germanium Dioksida

GERMANIUM DIOKSIDA, juga disebut germanium oksida dan germania, adalah senyawa organik dengan rumus kimia GeO2. Ini adalah sumber germanium komersial utama. Membentuk sebagai lapisan pasivasi pada germanium murni ketika bersentuhan dengan oksigen atmosfer.


Pengertian Lengkap Seng Oksida

Seng oksida adalah senyawa anorganik dengan rumus ZnO. Ini adalah bubuk putih yang tidak larut dalam air. Serbuk ini banyak digunakan sebagai bahan aditif dan banyak produk termasuk plastik, keramik, kaca, semen, karet (misalnya, ban mobil), pelumas, cat, salep, perekat, sealant, pigmen, makanan (sumber Zn nutrisi ), baterai, pemadam kebakaran, dll.  ZnO terdapat dalam kerak bumi sebagai mineral zinkit, namun, ZnO yang paling banyak digunakan secara komersial adalah ZnO sintetik.


Pengertian lengkap Barium Oksida

BARIUM OKSIDA, BaO, ialah suatu senyawa putih higroskopik yang tidak menyala. Oksida ini memiliki struktur kubus. Barium oksida  digunakan dalam sebagai tabung sinar katoda, membentuk kaca mahkota. Namun oksida ini berbahaya untuk kulit manusia dan bila tertelan dalam jumlah besar menyebabkan iritasi. Kadar barium oksida berlebihan dapat menyebabkan kematian.


Pengertian Lengkap magnesium sulfat

Magnesium sulfat ialah suatu garam anorganik (senyawa kimia) yang mengandung magnesium, sulfur dan oksigen, dengan rumus MgSO4. Hal ini sering ditemui sebagai epsomite mineral sulfat heptahidrat (MgSO4 • 7H2O), biasa disebut garam Epsom, mengambil namanya dari sebuah mata air garam pahit di Epsom di Surrey, Inggris, di mana garam diproduksi dari mata air yang muncul di mana kapur berpori dari North Downs bertemu clay London tanpa-pori.


Pengertian lengkap Mangan Dioksida

Mangan(IV) oksida ialah senyawa anorganik dengan rumus MnO2. Zat padat coklat atau kehitaman ini terjadi secara alami sebagai mineral pyrolusite, yang merupakan bijih utama mangan dan komponen nodul mangan. Penggunaan mendasar untuk MnO2 ialah untuk baterai sel-kering, seperti baterai alkalin dan baterai seng-karbon. MnO2 juga digunakan sebagai pigmen dan sebagai prekursor untuk senyawa mangan lain, seperti KMnO4. Ia digunakan sebagai reagensia dalam sintesis organik, misalnya untuk oksidasi alilik alkohol.


Pengertian lengkap Titanium Oksida

Titanium dioksida, juga dikenal sebagai titanium(IV) oksida atau titania, adalah oksida titanium yang terjadi secara lami, dengan rumus kimia TiO2. Bila digunakan sebagai pigmen, disebut titanium putih, Pigment White 6 (PW6), atau CI 77891. Umumnya oksida ini bersumber dari ilmenite, rutile dan anatase. Titanium dioksida memiliki aplikasi yang luas, dari cat sampai tabir surya hingga pewarna makanan. Bila digunakan sebagai pewarna makanan, ia memiliki E number, yaitu E171.


Pengertian Lengkap Magnesium Oksida

MAGNESIUM OKSIDA (MgO), atau magnesia, ialah suatu mineral padat higroskopis berwarna putih yang terjadi secara alami sebagai periklas dan merupakan sumber magnesium (lihat juga oksida). Magnesium oksida memiliki rumus empiris MgO dan terdiri dari satu kisi ion Mg2+ dan ion O2− yang berpegangan melalui ikatan ionik. Magnesium hidroksida terbentuk dengan adanya air (MgO + H2O → Mg(OH)2), tetapi sebaliknya dengan pemanasan akan melepaskan air kembali.


Pengertian Lengkap Uranium Dioksida

URANIUM DIOKSIDA atau uranium(IV) oksida (UO2), juga dikenal sebagai urania atau urani doksida, ialah suatu oksida uranium, dan serbuk kristal berwarna hitam, bersifat radioaktif yang terjadi secara alami sebagai mineral uraninite. Uranium dioksida digunakan sebagai bahan bakar nuklir batangan dalam reaktor nuklir. Campuran dari uranium dan plutonium dioksida digunakan sebagai bahan bakar MOX. Sebelum tahun 1960 uranium(IV) oksida digunakan sebagai warna kuning dan hitam dalam glasir keramik dan kaca.


Komposisi Lengkap Minyak Bumi

Penampakan fisik minyak bumi sangat beragam, tergantung dari komposisinya. Pada umumnya, minyak bumi yang baru dihasilkan dari sumur pengeboran berupa lumpur berwarna hitam atau cokelat gelap, meskipun ada juga minyak bumi yang berwarna kekuningan, kemerahan, atau kehijauan. Minyak hasil pengeboran ini disebut minyak mentah (crude oil).

1. Komposisi Hidrokarbon pada Minyak Bumi

Minyak bumi tersusun dari senyawa hidrokarbon yang berbeda-beda. Perbedaan ini tergantung dari faktor umur, suhu pembentukan, dan cara pembentukan. Minyak dari Indonesia mengandung banyak senyawa aromatik seperti benzena, sedangkan minyak bumi dari Rusia mengandung banyak senyawa sikloalkana seperti sikloheksana. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, diketahui bahwa dalam minyak bumi terdiri atas bermacam-macam senyawa hidrokarbon. Senyawa-senyawa hidrokarbon tersebut sebagai berikut.

1.1. Alkana

Golongan alkanan yang banyak terdapat dalam minyak bumi adalah n-alkana dan isoalkana. n-alkana adalah alkana jenuh berantai lurus dan tidak bercabang, contoh n-oktana.
n-oktana
Isoalkana adalah alkana jenuh yang rantai induknya mempunyai atom C tersier dan bercabang, contoh isooktana.
isooktana
Alkana disebut juga parafin. Parafin adalah senyawa hidrokarbon tersatuasi yang mengandung rantai lurus atau bercabang yang molekulnya hanya terdiri atas atom karbon (C) dan hidrogen (H).

1.2. Sikloalkana

Sikloalkana adalah senyawa hidrokarbon berantai tunggal dan berbentuk cincin. Golongan sikloalkana yang terdapat dalam minyak bumi adalah siklopentana seperti metil siklopentana dan sikloheksana seperti etil sikloheksana.
etil sikloheksanaSikloalkana juga dikenal dengan nama naptena. Naptena adalah senyawa hidrokarbon tersaturasi yang mempunyai satu atau lebih ikatan rangkap pada karbonnya. Naptena memiliki rumus umum CnH2n dan mempunyai ciri-ciri mirip alkana tetapi mempunyai titik didih yang lebih tinggi.

1.3. Hidrokarbon Aromatik

Hidrokarbon aromatik adalah hidrokarbon yang tidak tersaturasi, memiliki satu atau lebih cincin planar karbon-6 atau cincin benzena. Pada struktur ini, atom hidrogen berikatan dengan atom karbon dengan rumus umum CnHn. Jika hidrokarbon aromatik dibakar, akan menimbulkan asap hitam pekat dan beberapa bersifat karsinogen (menyebabkan kanker). Senyawa hidrokarbon aromatik yang terdapat dalam minyak bumi adalah senyawa benzena, contoh etil benzena.etil benzena

2. Kandungan Unsur Kimia dalam Minyak Bumi

Secara umum, komponen minyak bumi terdiri atas lima unsur kimia, yaitu 83-87% karbon, 10-14% hidrogen, 0,05-6% belerang, 0,05-1,5% oksigen, 0,1-2% nitrogen, dan < 0,1% unsur-unsur logam.

2.1. Sulfur (Belerang)

Minyak mentah mempunyai kandungan belerang yang lebih tinggi. Keberadaan belerang dalam minyak bumi sering banyak menimbulkan akibat, misalnya dalam gasoline dapat menyebabkan korosi (khususnya dalam keadaan dingin atau basah), karena terbentuknya asam yang dihasilkan dari oksida sulfur (sebagai hasil pembakaran gasoline) dan air.

2.2. Oksigen

Oksigen dapat terbentuk karena kontak yang cukup lama antara minyak bumi dengan atmosfer di udara. Kandungan total oksigen dalam minyak bumi adalah antara 0,05 sampai 1,5 persen dan menaik dengan naiknya titik didih fraksi. Kandungan oksigen bisa menaik apabila produk itu terlalu lama berhubungan dengan udara. Senyawa yang terbentuk dapat berupa: alkohol, keton, eter, dll, sehingga dapat menimbulkan sifat asam pada minyak bumi. Oksigen dapat meningkatkan titik didih bahan bakar.

2.3. Nitrogen

Umumnya kandungan nitrogen dalam minyak bumi sangat rendah, yaitu 0,1-2%. Kandungan tertinggi terdapat pada tipe asphalitik. Nitrogen mempunyai sifat racun terhadap katalis dan dapat membentuk gum (getah) pada fuel oil. Kandungan nitrogen terbanyak terdapat pada fraksi titik didih tinggi.

2.4. Unsur-Unsur Logam

Logam-logam seperti besi, tembaga, terutama nikel dan vanadium pada proses catalytic cracking mempengaruhi aktifitas katalis, sebab dapat menurunkan produk gasoline, menghasilkan banyak gas, dan pembentukkan coke. Pada power generator temperatur tinggi, misalnya oil-fired gas turbine, adanya konstituen logam terutama vanadium dapat membentuk kerak pada rotor turbine. Abu yang dihasilkan dari pembakaran fuel yang mengandung natrium dan terutama vanadium dapat bereaksi dengan refactory furnace (bata tahan api), menyebabkan turunnya titik lebur campuran sehingga merusakkan refractory itu.

3. Komposisi Molekul Hidrokarbon dalam Minyak Bumi

Golongan hidrokarbon-hidrokarbon yang utama adalah parafin, naptena, aspaltena, dan aromatik. Komposisi molekul hidrokarbon yang terkandung dalam minyak bumi berdasarkan beratnya adalah sebagai berikut:
No.
Hidrokarbon
Rata-Rata
Rentang
1.
Naptena
49%
30-60%
2.
Parafin
30%
15-60%
3.
Aromatik
15%
3-30%
4.
Aspaltena
6%
sisa-sisa
Berdasarkan komponen terbanyak dalam minyak bumi, minyak bumi dibedakan menjadi tiga golongan, yaitu parafin, naftalena, dan campuran parafin-naftalena.

3.1. Minyak Bumi Golongan Parafin

Sebagian besar komponen dalam minyak bumi jenis parafin adalah senyawa hidrokarbon rantai terbuka. Minyak bumi jenis ini dimanfaatkan untuk bahan bakar karena merupakan sumber penghasil gasolin.

3.2. Minyak Bumi Golongan Naftalena

Komponen terbesar dalam minyak bumi jenis naftalena berupa senyawa hidrokarbon rantai siklis atau rantai tertutup. Minyak bumi jenis ini digunakan untuk pengeras jalan dan pelumas.

3.3. Minyak Bumi Golongan Campuran Parafin-Naftalena

Minyak bumi golongan ini komponen penyusunnya berupa senyawa hidrokarbon rantai terbuka dan rantai tertutup.

artikel ini disalin lengkap dari: http://hedisasrawan.blogspot.co.id/2013/06/komposisi-minyak-bumi-materi-lengkap.html
halaman utama website: http://hedisasrawan.blogspot.co.id/
jika mencari artikel yang lebih menarik lagi, kunjungi halaman utama website tersebut. Terimakasih!

Pengertian Lengkap Minyak Bumi

Senyawa hidrokarbon yang banyak dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari contohnya minyak bumi. Karena pentingnya minyak bumi bagi keberlangsunan hidup kita, maka pada materi pelajaran ini kita akan membahas proses terbentuknya minyak bumi, penyulingan minyak bumi, fraksi-fraksi minyak bumi, dan dampak pembakaran minyak bumi.

Proses Lengkap Pembentukan Minyak Bumi

Minyak bumi terbentuk dari penguraian senyawa-senyawa organik dari jasad mikroorganisme jutaan tahun yang lalu di dasar laut atau di darat. Sisa-sisa tumbuhan dan hewan tersebut tertimbun oleh endapan pasir, lumpur, dan zat-zat lain selama jutaan tahun dan mendapat tekanan serta panas bumi secara alami. Bersamaan dengan proses tersebut, bakteri pengurai merombak senyawa-senyawa kompleks dalam jasad organik menjadi senyawa-senyawa hidrokarbon. Proses penguraian ini berlangsung sangat lamban sehingga untuk membentuk minyak bumi dibutuhkan waktu yang sangat lama. Itulah sebabnya minyak bumi termasuk sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui, sehingga dibutuhkan kebijaksanaan dalam eksplorasi dan pemakaiannya.

Makalah Fraksi-Fraksi Minyak Bumi

1. Pengantar

Minyak bumi sangatlah bermanfaat terutama dalam bahan bakar dan plastik. Namun, minyak bumi haruslah diolah terlebih dahulu supaya bisa digunakan sebagai bahan bakar dan bahan baku plastik. Proses pengolahan minyak bumi disebut distilasi. Dalam destilasi bertingkat, komponen-komponen minyak mentah akan dipisahkan berdasarkan titik didihnya agar dapat digunakan untuk berbagai keperluan. Pemilihan metode tersebut berdasarkan pada kandungan minyak mentah yang terdiri atas berbagai senyawa hidrokarbon, misalnya senyawa alkana, aromatik, naptalena, alkena, dan alkuna. Senyawa-senyawa tersebut mempunyai panjang rantai dan titik didih yang berbeda-beda. Semakin panjang rantai karbon yang dimilikinya, semakin tinggi titik didihnya. Proses distalasi melalui beberapa tahap di dalam menara distilasi. Proses distilasi menghasilkan beberapa fraksi-fraksi minyak bumi yang dapat kita manfaatkan.
Minyak mentah mula-mula dipanaskan hingga suhunya mencapai sekitar 500-600oC. Pemanasan minyak mentah itu dilakukan dalam pemanas (boiler) dengan menggunakan uap air bertekanan tinggi. Hasil pemanasan berupa uap minyak dialirkan ke dasar menara distilasi. Selanjutnya, uap minyak akan bergerak naik melewati pelat-pelat yang terdapat dalam menara. Pada saat mencapai suhu tertentu sesuai titik didihnya, uap minyak mentah akan berubah menjadi zat cair. Perubahan uap air (gas) menjadi zat cair disebut kondensasi. Zat cair hasil kondensasi itu disebut fraksi minyak.

2. Fraksi-Fraksi Minyak Bumi

Kegunaan fraksi-fraksi minyak bumi terkait dengan sifat fisisnya seperti titik didih dan viskositasnya (kekentalan), dan juga sifat kimianya. Hasil dari distilasi minyak bumi menghasilkan beberapa fraksi minyak bumi seperti berikut.

2.1. Residu

Saat pertama kali minyak bumi masuk ke dalam menara distilasi, minyak bumi akan dipanaskan dalam suhu diatas 500oC. Residu tidak menguap dan digunakan sebagai bahan baku aspal, bahan pelapis antibocor, dan bahan bakar boiler (mesin pembangkit uap panas). Bagian minyak bumi yang menguap akan naik ke atas dan kembali diolah menjadi fraksi minyak bumi lainnya.
Aspal digunakan untuk melapisi permukaan jalan. Kandungan utama aspal adalah senyawa karbon jenuh dan tak jenuh, alifatik, dan aromatik yang mempunyai atom karbon sampai 150 per molekul. Unsur-unsur selain hidrogen dan karbon yang juga menyusun aspal adalah nitrogen, oksigen, belerang, dan beberapa unsur lain. Secara kuantitatif, biasanya 80% massa aspal adalah karbon, 10% hidrogen, 6% belerang, dan sisanya oksigen dan nitrogen, serta sejumlah renik besi, nikel, dan vanadium.

2.2. Oli

Oli adalah pelumas kendaraan bermotor untuk mencegak karat dan mengurangi gesekan. Oli dihasilkan dari hasil distilasi minyak bumi pada suhu antara 350-500oC. Itu dikarenakan oli tidak dapat menguap di antara suhu tersebut. Kemudian, bagian minyak bumi yang lainnya akan menguap dan menuju ke atas untuk diolah kembali.

2.3. Solar

Solar adalah bahan bakar mesin diesel. Solar adalah hasil dari pemanasan minyak bumi antara 250-340oC. Solar tidak dapat menguap pada suhu tersebut dan bagian minyak bumi lainnya akan terbawa ke atas untuk diolah kembali.
Umumnya, solar mengandung belerang dengan kadar yang cukup tinggi. Kualitas minyak solar dinyatakan dengan bilangan setana. Angka setana adalah tolak ukur kemudahan menyala atau terbakarnya suatu bahan bakar di dalam mesin diesel. Saat ini, Pertamina telah memproduksi bahan bakar solar ramah lingkungan dengan merek dagang Pertamina DEX© (Diesel Environment Extra). Angka setana DEX dirancang memiliki angka setana minimal 53 sementara produk solar yang ada di pasaran adalah 48. Bahan bakar ramah lingkungan tersebut memiliki kandungan sulfur maksimum 300 ppm atau jauh lebih rendah dibandingkan solar di pasaran yang kandungan sulfur maksimumnya mencapai 5.000 ppm.

2.4. Kerosin dan Avtur

Kerosin (minyak tanah) adalah bahan bakar kompor minyak. Avtur adalah bahan bakar pesawat terbang bermesin jet. Kerosin dan avtur dihasilkan dari pemanasan minyak bumi pada suhu antara 170-250oC. Kerosin dan avtur tidak dapat menguap pada suhu tersebut dan bagian minyak bumi lainnya akan terbawa ke atas untuk diolah kembali.
Kerosin adalah cairan hidrokarbon yang tidak berwarna dan mudah terbakar. Kerosin yang digunakan sebagai bahan bakar kompor minyak disebut minyak tanah, sedangkan untuk bahan bakar pesawat disebut avtur.

2.5. Nafta

Nafta adalah bahan baku industri petrokimia. Nafta dihasilkan dari pemanasan minyak bumi pada suhu antara 70-170oC. Nafta tidak dapat menguap pada suhu tersebut dan bagian minyak bumi lainnya akan terbawa ke atas untuk diolah kembali.

2.6. Petroleum Eter dan Bensin

Petroleum eter adalah bahan pelarut dan untuk laundry. Bensin pada umumnya adalah bahan bakar kendaraan bermotor. Petroleum eter dan bensin dihasilkan dari pemanasan minyak bumi pada suhu antara 35-75oC. Petroleum eter dan bensin tidak dapat menguap pada suhu tersebut dan bagian minyak bumi lainnya akan terbawa ke atas untuk diolah kembali.
Bensin akhir-akhir ini menjadi perhatian utama karena pemakaiannya untuk bahan bakar kendaraan bermotor sering menimbulkan masalah. Kualitas bensin ditentukan oleh bilangan oktan, yaitu bilangan yang menunjukkan jumlah isooktan dalam bensin. Bilangan oktan adalah ukuran kemampuan bahan bakar mengatasi ketukan ketika terbakar dalam mesin.
Bensin merupakan fraksi minyak bumi yang mengandung senyawa n-heptana dan isooktan. Misalnya bensin Premium (salah satu produk bensin Pertamina) yang beredar di pasaran dengan bilangan oktan 80 berarti bensin tersebut mengandung 80% isooktan dan 20% n-heptana. Bensin super mempunyai bilangan oktan 98 berarti mengandung 98% isooktan dan 2% n-heptana. Pertamina meluncurkan produk bensin ke pasaran dengan 3 nama, yaitu: Premium dengan bilangan oktan 80-88, Pertamax dengan bilangan oktan 91-92, dan Pertamax Plus dengan bilangan oktan 95.
Penambahan zat antiketikan pada bensin bertujuan untuk memperlambat pembakaran bahan bakar. Untuk menaikkan bilangan oktan antara lain dengan ditambahkan MTBE (Metyl Tertier Butil Eter), tersier butil alkohol, benzena, atau etanol. Penambahan zat aditif Etilfluid yang merupakan campuran 65% TEL (Tetra Etil Lead/Tetra Etil Timbal), 25% 1,2-dibromoetana dan 10% 1,2-dikloro etana sudah ditinggalkan karena menimbulkan dampak pencemaran timbal ke udara. Timbal (Pb) bersifat racun yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan seperti pusing, anemia, bahkan kerusakan otak. Anemia terjadi karena ion Pb2+ bereaksi dengan gugus sulfhidril (-SH) dari protein sehingga menghambat kerja enzim untuk biosintesis hemoglobin.
Permintaan pasar terhadap bensin cukup besar maka untuk meningkatkan produksi bensin dapat dilakukan dengan cara:
  1. Cracking (perengkahan), yaitu pemecahan molekul besar menjadi molekul-molekul kecil. Contoh: clip_image002
  2. Reforming, yaitu mengubah struktur molekul rantai lurus menjadi rantai bercabang.
  3. Alkilasi atau polimerisasi, yaitu penggabungan molekul-molekul kecil menjadi molekul besar. Seperti clip_image004 dan clip_image006

2.7. Gas

Hasil olahan minyak bumi yang terakhir adalah gas. Gas merupakan bahan baku LPG (Liquid Petroleum Gas) yaitu bahan bakar kompor gas. Supaya gas dapat disimpan dalam tempat yang lebih kecil, gas didinginkan pada suhu antara -160 sampai -40oC supaya dapat berwujud cair.
Sebenarnya, senyawa alkana yang terkandung dalam LPG berwujud gas pada suhu kamar. LPG dibuat dalam bentuk gas untuk berat yang sama. Wujud gas LPG diubah menjadi cair dengan cara menambah tekanan dan menurunkan suhunya.

artikel ini disalin lengkap dari: http://hedisasrawan.blogspot.co.id/2013/05/tugas-kimia-makalah-fraksi-fraksi.html
halaman utama website: http://hedisasrawan.blogspot.co.id/
jika mencari artikel yang lebih menarik lagi, kunjungi halaman utama website tersebut. Terimakasih!

Not Indonesian?

Search This Blog