Menyelusuri masa kehidupan NABI ADAM

Berdasar penyelusuran Genetika, diketahui Y-chromosomal Adam (Y-MRCA), diperkirakan Adam “Manusia Modern”, hidup di bumi pada sekitar 237,000 sampai 581,000 tahun yang lalu.
Fakta ilmiah ini didukung, atas penemuan fosil manusia modern, di Sungai Omo Ethiopia yang berusia sekitar 195.000 tahun. Serta hasil penyelusuran Mitochondrial Eve, yang diperoleh hasil telah ada di bumi pada sekitar 200.000 tahun yang lalu.
Dalam ilmu geologi, masa 237,000 sampai 581,000 tahun yang lalu, di sebut sebagai Era Middle Pleistocene (126.000 sampai dengan 781.000 tahun yang lalu).
middle

Tiang Rumah Kuno Dari Bangsa Jawi di Indonesia

Peneliti Balai Arkeolog Palembang, dikagetkan oleh hasil yang didapat dari uji karbon, dari tiang kayu medang di Desa Banyubiru Dusun Belanti Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir.
Hasil analisis karbon C-14 pada sampel tiang kayu Medang yang dilakukan di Laboratorium Pusat Aplikasi Teknologi Isotop dan Radiasi Batam Jakarta diperoleh pertanggalan CalBP 2760 +- 134 (CalBC 810 +- 34).
Temuan ini menunjukkan, tiang kayu tersebut berasal dari tahun 810 Sebelum Masehi (SM), atau umur kayu itu sekarang telah mencapai 2825 tahun (sumber : tribunnews.com).
rumahkuno1
Penemuan tiang kayu, yang diperkirakan merupakan penyanggah dari rumah panggung kuno, membuktikan bahwa ribuan tahun yang silam, masyarakat di Sumatera Selatan telah berbudaya.
Mereka bukan lagi manusia-manusia yang hidup di dalam gua atau hutan, melainkan sebuah kelompok masyarakat yang sangat berbudaya, dengan memiliki permukiman (perkampungan).

Sejarah Lempeng Nusantara

Sundaland merupakan istilah geologi untuk menyebut daerah di semenanjung asia tenggara yang meliputi semenanjung Malaka, Pulau Kalimantan, Sumatra, dan Jawa. Istilah sundaland ini juga dikenal sebagai sunda shelf (Paparan Sunda).
Lokasi-Sundaland-dan-tektonik-yang-berkembang-saat-ini-214x300

bentuk Bumi Prasejarah

Menurut para ahli geologi, bumi mulanya terbentuk kira-kira 4,6 miliar tahun yang lalu, bersamaan dengan terbentuknya sistem tata surya serta planet-planet lain di dalamnya. Asumsi tersebut muncul setelah ditemukan sebuah batu tertua yang diperkirakan berusia 3,9 miliar tahun melalui metode ‘radiometric dating’. Pada saat itu bumi terdiri dari tanah yang membara serta lautan magma.
Penelitian menggunakan metoda radiometric dating tersebut hanya dapat dilakukan pada jenis batuan keras. Maka dari itu, pengetahuan kita mengenai umur bumi yang sesungguhnya terbatas pula sampai pada saat batuan padat keras itu terbentuk. Dengan begitu, sesungguhnya kita tidak mengetahui secara pasti kapan tepatnya bumi terbentuk? Atau sudah berapakah usia bumi yang sesungguhnya?



Membongkar Rahasia Perjalanan Isra Mi’raj

sumber foto.;rianputra84.wordpress.com
sala satu yg menjadi pertayaan para peniliti dibidang fisika hingga hari ini adalah mencari cara menembus dimensi waktu hinggabisa melakukan perjalanan kealam semesta ini yg terdiri dari ribuan galaksi dan tata suraya, bahkan albert einstein perna mengatakan bahwa kita sebenarnya bisa menjelajah waktu ketika kita bisa menciptakan sebuah benda yg bisa melebihi kecepatan cahaya 300.000 km perdetik. dalam teori
dan ternyata cuma satu manusia yg pernah sukses melakukan perjalan waktu atau trevelling time dia adalah Nabi Muhammad SAW peristiwa itu terjadi  pada 27 radjab 621 masehi. dan peristiwa perjalanan keluar angkasa tersebut menembus alam semesta diabadikan dalam alquran sebagai peristiwa isra mi’raj, sesuai firman Allah swt

Perjalanan Alam Semesta

Alam semesta merupakan sebuah daerah yang sangat besar, terisi dengan berbagai komponen yang bisa mengejutkan kita, termasuk hal-hal yang jauh dari bayangan kita. Teori kosmologi modern dimulai oleh Friedman pada tahun 1920 dan dikenal juga sebagai model kosmologi standar. Model kosmologi standar dimulai dengan prinsip di dalam skala besar, alam semesta homogen dan isotropis serta pengamat tidak berada pada posisi yang istimewa di alam semesta. Model ini juga menyatakan bahwa alam semesta seharusnya mengembang dalam jangka waktu berhingga, dimulai dari keadaan yang sangat panas dan padat.
Model evolusi alam semesta. Kredit : SDSS

Awal Mula Alam Semesta


Pada jaman dahulu kala, pengetahuan manusia mengenai alam semesta sangatlah terbatas. Peralatan untuk meneliti angkasa tidaklah secanggih sekarang. Karenanya, kadangkala manusia berpikir yang aneh-aneh tentang munculnya alam semesta. Pendapat bahwa alam semesta itu ada dan selalu ada merupakan yang paling “lucu”. Sebelum manusia memiliki teleskop dan peralatan lain untuk mengamati angkasa, banyak yang mengatakan dengan sekehendak hatinya bahwa alam semesta ini tak memiliki permulaan, namun telah ada dan akan terus ada selamanya. 


Not Indonesian?

Search This Blog