Morfologi dan Fisiologi pada Jamur (Fungi)

Pada ulasan yang lalu kita telah membahas mengenai ciri-ciri dari jamur atau fungi secara umum serta klasifikasinya, peranan maupun manfaatnya dalam kehidupan kita. Kali ini Gudang Biologi akan membahas secara singkat dan jelas untuk kalian semua mengenai Ciri-Ciri Morfologi dan Fisiologi Jamur (Fungi). Jamur tentu memiliki bentuk fisik yang sudah sering kita lihat, bentuknya yang seperti payung mudah untuk kita kenali.


CIRI – CIRI MORFOLOGI JAMUR

Seperti yang kita ketahui, jamur termasuk kingdom fungi, oleh karena itu jamur tidak memiliki daun dan akar yang sejati, serta tidak mempunyai klorofil sehingga tidak dapat melakukan fotosintesis seperti tumbuhan pada umumnya. Untuk itulah jamur digolongkan atau diklasifikasikan tersendiri karena tidak dapat digolongkan dalam tumbuhan atau hewan. Bentuk jamur ada yang dapat dilihat secara langsung atau bentuknya makroskopis dan ada yang harus diamati menggunakan mikroskop karena bentuknya mikroskopis. Pada umumnya jamur mempunyai sel banyak (multiseluler) misalnya jamur merang dan jamur tempe, tetapi ada juga yang bersel tunggal (uniseluler) seperti ragi atau yeast (Saccharomyces). Jamur yang multiseluler tersusun atas benang-benang yang disebut dengan hifa. Apabila dilihat dengan mikroskop  hifa memiliki bentuk  bersekat-sekat (bersepta) dan ada yang tidak bersekat.
Ciri-Ciri Morfologi dan Fisiologi Jamur (Fungi)

Dari gambar di atas tampak bahwa pada hifa yang bersekat (gambar b) tiap sekat terdapat satu sel yang terdiri dari satu atau beberapa inti sel. Adapun pada hifa yang tidak bersekat (gambar a) inti selnya tersebar di dalam sitoplasma yang disebut dengan sinositik. Sel-sel jamur sudah memiliki membran inti sel, sehingga dikelompokkan sebagai organisme eukariotik. Dinding sel jamur ini terbuat dari kitin yang dapat memberikan bentuk dari sel-sel jamur.

 


CIRI – CIRI FISIOLOGI JAMUR

Jika kalian pernah melihat manisan yang sudah basi, maka makanan itu terlihat berwarna kehitaman. Warna itu merupakan jamur yang merusak dan bukan disebabkan oleh bakteri. Dengan demikian, dapat diketahui jamur lebih tahan hidup dalam keadaan alam sekitar yang tidak menguntungkan dibandingkan dengan jasad-jasad renik lainnya. Jamur dapat tumbuh pada suhu yang luas dari suhu yang mendekati 0°C sampai 37°C.

artikel ini disalin lengkap dari: http://www.gudangbiologi.com/2015/12/ciri-ciri-morfologi-dan-fisiologi-jamur-fungi.html
halaman utama website: http://www.gudangbiologi.com/
jika mencari artikel yang lebih menarik lagi, kunjungi halaman utama website tersebut. Terimakasih!

No comments:

Not Indonesian?

Search This Blog