Pengertian Lengkap Sumsum Tulang Belakang

Pada penampang melintang sumsum tulang belakang tampak bagian luar berwarna putih, sedangkan bagian dalam berbentuk kupu-kupu dan berwarna kelabu. Perhatikan gambar 8.14.
Sumsum Tulang Belakang (Medula Spinalis)
Sumsum Tulang Belakang (Medula Spinalis)

Sumsum tulang belakang adalah saraf yang tipis yang merupakan perpanjangan dari sistem saraf pusat dari otak dan melengkungi serta dilindungi oleh tulang belakang. Fungsi utama sumsum tulang belakang adalah transmisi pemasukan rangsangan antara periferi dan otak.
Pada potongan melintang, bentuk sumsum tulang belakang tampak terbagi dua bagian, yaitu bagian tepi atau luar yang berwarna putih dan bagian dalam berwarna abu-abu. Bagian tepi berwarna putih karena mengandung dendrit dan akson, dan bentuknya seperti tiang.sedangkan bagian dalam berwarna abu-abu dan bentuknya seperti sayap atau seperti huruf H. Sayap (bentuk huruf H) yang letaknya mengarah ke perut disebut sayap ventral. Sayap ventral banyak mengandung badan neuron motorik dan akson yang menuju ke efektor. Selain itu terdapat vsayap yang mengarah ke punggung disebut sayap dorsal. Sayap dorsal mengandung badan neuron sensorik. Sumsum tulang belakang berfungsi sebagai pusat gerak refleks, sebagai penghantar impuls dari kulit atau otot ke otak, dan membawa impuls motorik dari otak ke otot tubuh.
Sumsum tulang belakang merupakan salah satu bagian dari sistem saraf pusat manusia yang menghubungkan sistem saraf tepi dan sistem saraf pusat di otak. Sumsum tulang belakang berfungsi menghantarkan impuls menuju otak dan berperan dalam proses gerak refleks. Sumsum tulang belakang pada laki-laki umumnya mempunyai panjang sekitar 45 cm, sedangkan pada wanita adalah 43 cm. Sumsum tulang belakang dilindungi oleh bagian-bagian tulang belakang, yaitu tulang servikstoraks,lumbar, dan sakral. Setiap bagian tulang tersebut mempunyai dua fungsi jenis saraf dalam tubuh yang berlainan. Selain berfungsi menghubungkan impuls ke otak, sumsum tulang belakang berperan juga dalam mekanisme pergerakan refleks.
Ada 31 pasang saraf di tulang belakang yang tersebar mulai dari tengkorak hingga tulang ekor. Sel saraf tulang belakang terdiri atas bagian akar ventral dan akar dorsal. Sementara itu, sel saraf lainnya di tulang belakang hanya berfungsi sebagai sel saraf penghubung (interneuron).

Sistem Saraf Tepi

Berdasarkan fungsinya, sistem saraf tepi dibagi menjadi dua, yaitu sistem saraf aferen (sistem saraf sensoris) dan sistem saraf eferen (sistem saraf motoris). Sistem saraf aferen tersusun atas neuron yang membawa implus dari reseptor menuju sistem saraf pusat. Adapun sistem saraf eferen tersusun atas neuron yang membawa impuls dari sistem saraf pusat menuju efektor. Sistem saraf tepi merupakan bagian yang tak terpisahkan dari jalur rangsang dan tanggapan pada sistem saraf pusat. Dari diagram sebelumnya, dapat diketahui bahwa sistem saraf tepi dibangun oleh dua tipe sel saraf, yaitu sel saraf somatik dan sel saraf otonom. Kedua jenis sel saraf ini, dibangun oleh sistem saraf sensorik dan motorik sehingga menjadi perantara impuls antartubuh dengan sistem saraf pusat. Sistem saraf somatik membawa pesan dari organ reseptor tubuh menuju sistem saraf pusat. Sistem saraf somatik terdiri atas 12 pasang saraf kranial di otak dan 31 pasang saraf spinal. Saraf kranial keluar dari otak. Umumnya saraf ini terhubung dengan organ atau jaringan di kepala dan muka. Adapun saraf spinal keluar dari sumsum tulang belakang.
Berbeda dengan sistem saraf somatik, sistem saraf otonom bekerja di luar kesadaran dan memengaruhi kerja otot organ dalam, seperti usus halus dan jantung. Sistem ini terbagi lagi menjadi sistem saraf simpatetik dan sistem saraf parasimpatetik (Gambar 9.15). Sistem saraf otonom disusun oleh saraf sensorik dan saraf motorik.
Sistem saraf simpatetik dan parasimpatetik umumnya akan bekerja pada organ target yang sama dengan sifat bertolak belakang. Sistem saraf parasimpatetik mengatur banyak sistem kerja tubuh, seperti mengendurkan laju detak jantung, penyempitan pupil, dan kontraksi kandung kemih. Sementara itu, saraf simpatetik bekerja sebaliknya, seperti mempercepat detak jantung, pelebaran pupil, dan relaksasi kandung kemih.

Gerak Refleks

Pada saat Anda berjalan, secara tidak sengaja kaki Anda menginjak duri. Apakah Anda perlu berpikir untuk menentukan apa yang harus Anda perbuat pada saat duri menusuk Anda? Tentu tidak. Bagaimanakah mekanisme gerak refleks? Secara spontan, Anda akan melompat atau menghindar dari duri tersebut. Gerak tersebut dinamakan gerak refleks. Gerak refleks merupakan respons sel saraf motorik, sensorik, interneuron, efektor, dan organ-organ sensor secara cepat dalam waktu bersamaan. Gerak refleks berada di dalam jalur saraf tepi di bawah kendali sistem saraf somatik yang bekerja dalam kondisi tak sadar. Pada gerak refleks, jalur penghantaran impuls dipersingkat sehingga tidak perlu ada regulasi dari sistem saraf di otak.
Gerak refleks merupakan respons neuron motoris, neuron sensoris, neuron intermediet efektor, dan organ-organ sensoris secara bersamaan. Respons tersebut berlangsung secara cepat. Contoh lainnya misalkan ketika lutut kita dipukul. Ketika lutut dipukul, reseptor akan mendeteksi adanya perubahan pada tendon. Kemudian, neuron sensoris akan meneruskan informasi tersebut ke sistem saraf pusat (sumsum tulang belakang) dan neuron intermediet (interneuron). Dari sumsum tulang belakang, impuls akan diteruskan melalui neuron motoris ke efektor berupa satu sel otot (quadriceps). Respons quadriceps akan membuat kaki terangkat. Pada saat yang bersamaan, neuron motoris lainnya merespons impuls dari interneuron. Akibatnya, otot paha bawah (otot fleksi) akan terhambat sehingga relaksasi dan tidak menahan gerak dari otot paha atas (quadriceps).

Penyakit-penyakit yang ada hubungannya dengan sum-sum tulang belakang

1.      Tumor Tulang Belakang

Ini termasuk tumor pada kolom tulang belakang atau sumsum tulang belakang. Tumor mungkin primer (berasal dari tulang belakang) atau lebih sering menyebar dari tempat lainnya (seperti hati, paru-paru dan payudara). Mereka menghasilkan beberapa gejala, seperti nyeri punggung/kaki, gejala neurogikal (kelemahan, mati rasa, gaya berjalan limbung).

2.      Trauma Tulang Belakang

Cedera tulang belakang umum pada kecelakaan lalu lintas, jatuh dari ketinggian dan cedera menyelam. Retak tulang belakang dapat menyebabkan nyeri atau kekurangan neurologis. Operasi diperlukan pada kasus dimana tulang belakang tidak stabil atau terdapat gumpalan darah atau pergeseran cakram yang mengakibatkan tekanan sumsum tulang belakang akut.

3.  leukimia

leukimia adalah penyakit yang disebabkan karena terlalu banyak memiliki leukosit (sel darah putih). padapenentuan apakah seseorang mengidap penyakit leukimia dapat dilakukan dengan cara b m p (bone marrow puncture). bmp adalah sebuah proses pemeriksaan sumsum tulang belakang dengan cara mengambil sedikit sampel dari sumsum tulang belakang seorang pasien yang terindikasi menderita leukemia, untuk diperiksa apakah dalam sumsum tulang tersebut terdapat sel sel kanker atau tidak. tak hanya sampai disitu, pemeriksaan sampel sumsum tulang juga memeriksa secara teliti baik jumlah maupun komponen komponen yang terdapat didalamnya hingga dapat diketahui dengan lebih akurat jika terdapat kelainan sedikit saja pada struktur penyusun sumsum tulang belakang yang cara pengambilannya cukup membuat takut itu.
Seseorang baru akan divonis menderita LEUKEMIA ataupun tidak,  setelah menjalani proses BMP. Dan dengan menjalani proses ini, secara otomatis akan dapat pula menentukan type dari leukemia yang diderita orang tersebut, dimana penentuan type itu sangatlah penting sekali, karena perawatan setiap type leukemia itu bisa berbeda beda bahkan satu sama lain bisa saling bertolak belakang. Begitu juga perlakuan dan penggunaan obat SITOSTATIKA (kemoterapy) yang diberikan pun berbeda beda satu sama lain.
Umumnya proses BMP dilakukan oleh seorang dokter ahli darah yang didampingi oleh seorang analis khusus sumsum tulang. Dan standar yang dipakai di seluruh dunia saat ini, sumsum  diambil dari tulang belakang, tulang panggul atau tulang paha.  Caranya yaitu dengan  mengebor pada ruas tertentu di tulang belakang  pasien dalam posisi duduk atau tiduran menyamping dan tubuh ditekuk agar membungkuk hingga mudah bagi dokter untuk memasukkan jarum dari bawah ruas tulang belakang yang berbuku buku itu. Jika pada pengambilan pada tulang panggul atau tulang paha, pasien cukup hanya berbaring telungkup saja.
4. Pengerasan Otak atau Sumsum Tulang Belakang dan Lupus
Saat ini sedang ada wabah Pengerasan Otak atau Sumsum Tulang Belakang dan Lupus. Kebanyakan orang tidak mengerti mengapa wabah ini terjadi dan mereka tidak mengetahui mengapa penyakit-penyakit ini begitu merajalela.
Saat ini banyak orang menggunakan pemanis buatan.Mereka melakukan ini karena iklan di televisi yang memberitakan Bahwa gula itu tidak baik buat kesehatan mereka. Hal ini memang benar sekali. Gula itu merupakan racun bagi tubuh kita, akan tetapi, apa yang orang-orang gunakan sebagai pengganti gula, lebih mematikan. Apa yang saya maksudkan di sini adalah Aspartame. Ini adalah biang wabah yang disebutkan di atas. Aspartame merupakan bahan kimia yang mengandung racun, yang Diproduksi oleh perusahaan kimia bernama Monsanto. Aspartame telah dipasarkan ke seluruh dunia sebagai pengganti gula Dan dapat dijumpai pada semua jenis minuman ringan untuk diet, seperti Diet Coke dan Diet Pepsi.Hal ini juga dapat dijumpai pada produk pemanis buatan seperti Nutra Sweet, Equal, dan Spoonful; dan ini banyak digunakan di produk-produk Pengganti gula. Aspartame dipasarkan sebagai satu produk diet, tapi ini sama sekali bukanlah produk untuk diet. Kenyataannya, ini dapat menyebabkan berat tubuh bertambah karena Dapat membuat Anda kecanduan karbohidrat.  Membuat berat tubuh Anda bertambah hanyalah sebuah hal kecil yang Dapat dilakukan oleh Aspartame. Aspartame adalah bahan kimia beracun yang dapat merubah kimiawi pada otak dan sungguh mematikan bagi orang yang menderita parkinson. Bagi penderita diabetes, hati-hatilah bila mengkonsumsi untuk jangka Waktu lama atas produk yang mengandung Aspartame ini, karena dapat Menyebabkan koma, bahkan meninggal.
Pada penampang melintang sumsum tulang belakang ada bagian seperti sayap yang terbagi atas sayap atas disebut tanduk dorsal dan sayap bawah disebut tanduk ventral. Impuls sensori dari reseptor dihantar masuk ke sumsum tulang belakang melalui tanduk dorsal. Sedangkan impuls motor dihantar keluar dari sumsum tulang belakang melalui tanduk ventral menuju efektor. Pada tanduk dorsal terdapat badan sel saraf penghubung (asosiasi konektor) yang akan menerima impuls dari sel saraf sensori dan akan menghantarkannya ke saraf motor.
Pada bagian putih sumsum tulang belakang terdapat serabut saraf asosiasi. Kumpulan serabut saraf membentuk saraf ( urat saraf). Urat saraf yang membawa impuls ke otak merupakan saluran ascenden. Sedangkan urat saraf yang membawa impuls yang berupa perintah dari otak merupakan saluran desenden.

Sistem saraf tepi

Sistem saraf tepi pada dasarnya adalah lanjutan dari neuron yang bertugas membawa impuls saraf menuju ke dan dari sistem saraf pusat. Dilihat dari arah impuls yang dibawanya, sistem saraf tepi dibedakan atas:
1)  Sistem saraf aferen, yang membawa impuls saraf dari reseptor menuju ke sistem saraf pusat.
2)  Sistem saraf eferen, yang membawa impuls saraf dari sistem saraf pusat ke efektor.
Sistem saraf tepi meliputi sistem saraf sadar (somatik) dan sistem saraf tak sadar ( autonom).

1) Sistem saraf sadar (somatik)

 Sistem saraf sadar (somatik) terdiri dari 12 pasang saraf otak dan 31 pasang saraf sumsum tulang belakang. Dua belas pasang saraf otak itu antara lain:
a)  Nervus olfaktori, saraf sensorik selaput lendir hidung.
b)  Nervus optik, saraf sensorik retina mata.
c)  Nervus okulomotor, saraf sensorik proprioseptor otot bola mata.
d) Nervus troklear, saraf sensorik proprioseptor.
e) Nervus trigeminal, saraf sensorik gigi dan kulit muka.
f)  Nervus abdusen, saraf sensorik proprioseptor otot bola mata.
g)  Nervus fasial, saraf sensorik ujung pengecap di ujung lidah.
h)  Nervus auditori, saraf sensorik koklea dan saluran semiserkuler.
i)  Nervus glosofaring, saraf sensorik ujung pengecap di lidah belakang.
j) Nervus vagus, saraf sensorik alat dalam (paru dan lambung).
k)  Nervus spinal, saraf sensorik otot di belikat.
l)  Nervus hipoglosal, saraf sensorik otot lidah.

2) Sistem saraf tak sadar

 Sistem saraf tak sadar disebut juga saraf autonom, karena bekerja tanpa diperintah oleh sistem saraf pusat. Sistem saraf otonom mengontrol kegiatan organ-organ dalam, misalnya kelenjar keringat, otot perut, paru-paru, jantung, otot polos, sistem pencernaan, dan otot polos pembuluh darah. Susunan saraf otonom bersifat motorik atau digolongkan ke dalam  saraf eferen.

 Berdasarkan sifat kerjanya, sistem saraf otonom dibedakan menjadi:

a)  Saraf simpatik

 Saraf simpatik memiliki ganglion yang terletak di sepanjang tulang punggung dan menempel pada sumsum tulang belakang. Saraf simpatik memiliki serabut praganglion yang pendek dan serabut pascaganglion yang panjang.

b)  Saraf parasimpatik

 Saraf parasimpatik memiliki serabut praganglion panjang dan serabut pascaganglion pendek. Susunan saraf parasimpatik berupa susunan saraf yang berhubungan dengan ganglion-ganglion yang tersebar di seluruh tubuh. Fungsi saraf parasimpatik merupakan kebalikan dari fungsi saraf parasimpatik.

 Tabel 8.1 Fungsi Saraf Simpatik dan Saraf Parasimpatik

Sumsum Tulang Belakang (Medula Spinalis)
Sumsum Tulang Belakang (Medula Spinalis)

artikel ini disalin lengkap dari: http://kartika.xyz/biologi-klas-xi/sumsum-tulang-belakang-medula-spinalis/
halaman utama website: http://kartika.xyz/
jika mencari artikel yang lebih menarik lagi, kunjungi halaman utama website tersebut. Terimakasih!

No comments:

Not Indonesian?

Search This Blog