Biosekuriti Dalam Budidaya Udang Abstrak:

Biosecurity, atau "pengurangan bahaya melalui manipulasi lingkungan" (Plumb, 1992), sering didefinisikan sebagai praktik yang mengurangi jumlah patogen yang masuk ke fasilitas pemeliharaan ikan. Biosekuriti adalah konsep melindungi binatang budidaya dari kontaminasi oleh penyakit dan mencegah penyebaran penyakit, telah menjadi semakin penting sejalan dengan sistem produksi intensifikasi perikanan budidaya. 



Sebuah tantangan besar untuk ekspansi produksi perikanan budidaya adalah wabah penyakit, karena dapat menyebabkan Kerugian ekonomi potensial yang signifikan, dan dapat mempengaruhi kelangsungan hidup industri. Terjadinya penyakit adalah kombinasi dari kesehatan hewan, kondisi lingkungan, dan adanya patogen. Industri udang harus menerapkan sistem produksi biosecurity untuk mencegah penyebaran penyakit menular di kalangan pembudidaya. Dengan menerapkan biosekuriti, risiko kejadian penyakit akan berkurang.

Biosekuriti di tambak udang
            Secara umum, biosekuriti lebih mudah diimplementasikan dalam sistem perikanan kecil, intensif, dan terkendali daripada budidaya terbuka dan besar-besaran. langkah-langkah biosecurity dalam industri udang dapat dilihat sebagai pendekatan dua-cabang: mencegah masuknya patogen dan menghilangkan patogen ketika mereka hadir. Lightner (2003) membahas cara mencegah masuknya patogen yaitu dari  benur dan induk, terutama dengan cara  melalui  karantina dan penggunaan  benur atau induk yang bebas patogen spesifik patogen (SPF) serta mereka mempunyai sertifikat, dan membatasi impor udang hidup dan beku.
            Horowitz dan Horowitz (2003) menjelaskan secara fisik, kimia, biologi dan tindakan pencegahan yang harus diambil terhadap wabah penyakit potensial. Tindakan fisik adalah bertujuan untuk mencegah intrusi vektor pembawa penyakit ke lokasi budidaya, dan termasuk hambatan fisik, pengolahan air, dan karantina. Langkah-langkah kimia digunakan untuk mengobati bahan sebelum mereka memasuki fasilitas budidaya. Klorinasi dan ozonisasi sering digunakan untuk mengobati air yang akan masuk ke kolam, dan yodium dan klorin yang digunakan untuk mengobati pembawa penyakit  yang potensial lainnya seperti alat-alat, alas kaki, dan pakaian. Langkah-langkah biologi meliputi penggunaan udang SPF, yang tersedia secara komersial. Udang SPF  selain bebas penyakit juga tahan terhadap penyakit tertentu. Karena udang tidak mengembangkan respon imun spesifik, imunostimulan umum, seperti β-1-3 glucan, lipopolisakarida, dan peptidoglycans digunakan untuk meningkatkan kemampuan udang untuk mencegah infeksi.
Horowitz dan Horowitz (2003) menyarankan bahwa memberikan kondisi yang lebih baik pada lingkungan dan biologis untuk populasi yang terinfeksi akan meningkatkan kemampuannya untuk melawan penyakit. Mereka membahas langkah-langkah berikut untuk meningkatkan kualitas lingkungan yaitu: a) pengaruh tindakan fisik (peningkatan aerasi, kontrol suhu,  menghilangkan lumpur dan bahan organik, dan mengolah air limbah) untuk memperbaiki kondisi lingkungan, b) efek dari tindakan kimia, termasuk kontrol pH dan salinitas, pengurangan amonia dan nitrit, dan aplikasi antibiotik, dan c) untuk menggunakan langkah-langkah biologis yang efektif, yaitu menggunakan probiotik yang mengandung campuran spesies bakteri untuk membentuk komunitas mikroba menguntungkan dalam kondisi budidaya.
Spesifik patogen-bebas (SPF) udang
            Pada 1990 dan 2000-an tambak udang di Indonesia mengalami kerugian ekonomi yang parah akibat hasil yang rendah dan mortalitas yang tinggi. Masalah melintasi batas nasional, spesies, sistem budidaya dan kondisi lingkungan. Pembawa penyakit utama kebanyakan merupakan benih udang sakit  baik yang dari alam maupun dari kolam hatchery.Karena itu benih SPF merupakan salah satu jawaban atas kegagalan budidaya udang. Benih yang SPF merupakan benih yang bebas penyakit juga tahan terhadap penyakit tertentu
Penggantian Air
            Penggunaan air dari luar kolam harus diperhatikan dengan cermat untuk menghindari tertularnya penyakit udang dari air luar kolam.Sebelum air dari luar masuk ke kolam pemeliharaan air tersebut harus di desinfeksi. Hal ini untuk memastikan air tesrsebut tidak membawa penyakit.
Pakan, Nutrisi dan Probiotik
            Penggunaan pakan juga harus dikontrol untuk memastikan bahwa pakan tidak berlebih ataupun kurang. Jika pakan terlalu berlebihan maka akan berakibat pada cepat menurunnya kualitas air serta menyebabkan tingginya FCR sehingga bisa menurunkan keuntungan. Penggunaan probiotik diperlukan untuk mengurai limbah yang ada di kolam budidaya serta untuk mengimbangi melawan bakteri yang merugikan yang ada di kolam.
Praktek Manajemen:
           Praktek-praktek manajemen yang dapat dilaksanakan untuk mengurangi risiko penularan patogen meliputi :
- Cuci tangan dengan sabun anti-bakteri saat memasuki area kolam dan berpindah dari tempat satu ke tempat lain, ini akan membantu untuk mengurangi beban patogen untuk berpindah tempat dari satu bagian ke bagian lain.
- Alas kaki sebelum memasuki kolam harus dicuci dengan air yang dicampur dengan bubuk pemutih / klorin untuk menghindari kontaminasi
- Akses ke daerah budaya dan kolam waduk harus dibatasi, hanya diperbolehkan pada pekerja  kolam yang terlatih.
- Mengurangi jumlah pengunjung ke kolam dan / atau hanya orang-orang yang bekerja di kolam yang boleh diizinkan masuk ke fasilitas
- Semua lat dan wadah harus dibersihkan setelah digunakan.
- Pemusnahan udang mati dan lemah adalah strategi yang sangat penting yang dapat mengurangi penyebaran patogen dari udang.
- Jadwal makan harus sedemikian rupa sehingga udang menerima nutrisi terbaik.
- Pagar Burung dan pagar kepiting harus diperiksa setiap hari, jika ada kesalahan yang harus dikoreksi pada waktunya untuk melindungi udang budidaya. Pagar Burung diperlukan, karena burung berpengaruh negatif terhadap produksi udang dengan mengirimkan atau mengangkut penyakit, dan parasit dari kolam satu ke kolam lain atau dari satu fasilitas ke fasilitas lain. Pagar kepiting juga diperlukan, karena seperti yang kita tahu mereka bisa sebagai pembawa penyakit yang bisa menularkan penyakit pada udang.

artikel ini disalin lengkap dari: http://safiiperikananpati.blogspot.sg/2013/04/biosekuriti-aplikasinya-dalam-budidaya.html
halaman utama website: http://safiiperikananpati.blogspot.sg/
jika mencari artikel yang lebih menarik lagi, kunjungi halaman utama website tersebut. Terimakasih!

No comments:

Not Indonesian?

Search This Blog