Sumber Nuklir di Indonesia

Indonesia melalui Badan Tenaga Nuklir (Batan) telah melakukan eksplorasi mineral radioaktif (bahan galian nuklir) sejak 1972. Kegiatan ini bekerja sama dengan lembaga atom asing seperti CEA (Prancis), BGR (Jerman) dan PNC (Jepang).

Dimana saja wilayah yang terdapat bahan baku nuklir?



Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Batan, Eko Madi Parmanto mengatakan, Indonesia telah menguasai teknologi eksplorasi, penambangan dan pengolahan uranium skala pilot dengan kapasitas 2 ton per hari.

"Daerah prospek antara lain di daerah Kalan, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat," kata Eko, di Jakarta, Rabu (15/10/2014).

Selain itu terdapat beberapa daerah potensial lainnya dengan tahapan eksplorasi yang bervariasi seperti di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Sibolga- Sumatra Utara, dan Biak- Papua.

Menurut Eko, Mamuju adalah daerah prospek baru yang sangat potensial untuk dikembangkan dalam waktu ke depan.

"Tingkatan potensi sumber daya Uranium di seluruh Indonesia hingga saat ini mencapai 70.000 ton U3O8 dan Thorium 125.000 ton," ungkapnya.

Eko menambahkan, Indonesia dalam hal ini Batan telah menguasai teknologi pengolahan pemisahan Uranium dan Thorium terutama dari monasit hasil aktivitas pertambangan timah di Pulau Bangka, sehingga didapatkan Logam Tanah Jarang oksida yang mempunyai nilai ekonomis tinggi.

Saat ini sedang terjadi penurunan pasokan Logam Tanah Jarang Kksida akibat perlindungan ekspor dari negara pemasok logam tanah jarang terbesar di dunia, yaitu China. 

Karena itu, di tahun depan, Batan bekerja sama dengan PT Timah akan mendirikan Pilot Plant Pengolahan Monasit di Pulau Bangka untuk meningkatkan nilai keekonomian dan mengurangi pencemaran lingkungan radioaktif di sekitar wilayah pertambangan.

artikel ini disalin lengkap dari: http://bisnis.liputan6.com/read/2119502/ini-lokasi-bahan-baku-nuklir-di-indonesia
halaman utama website: http://liputan6.com
Jika ada waktu, Dimohon untuk Membuka Halaman Utama website yang telah saya salin artikelnya ya!

No comments:

Not Indonesian?

Search This Blog