Duplikasi Pohon


Setelah lebih dari dua dekade membuat beberapa pohon duplikasi tertua dan terbesar dunia, sebuah kelompok pemerhati lingkungan asal Michigan-AS resmi mengawali penanaman bibit duplikasi pohon tertua di dunia. Science World Report melansir, 25 April 2013, kelompok yang tergabung dalam Achangel Ancient Tree Archive telah berhasil mengembangkan ribuan kloning genetik dari pohon raksasa redwood dan sequoias dari California di laboratorium Copemish, Michigan. Pohon redwood merupakan pohon tertinggi di dunia. Tingginya mencapai 378 kaki atau 115 meter. Sementara diameternya mencapai 22 kaki, atau enam meter, dan bobotnya sekitar 1,6 juta pon, setara 725,7 kilogram. Redwood sendiri berusia 2.000 tahun. Sementara pohon sequoias merupakan pohon terbesar dunia.


Tingginya 94,7 meter, diameter 40 kaki, atau 12,1 meter, dengan berat mencapai 2,7 juta pon, setara 1,2 juta kilogram. Jenis pohon ini berusia 3.000 tahun.Kelompok pemerhati lingkungan ini telah memulai penanaman pohon duplikasi dengan ukuran hanya 18 inci, yang diambil dari sisa tiga pohon raksasa yang telah ditebang, lebih dari seabad lalu. Saat ini, kelompok ini berencana menanamkan duplikat pohon raksasa itu di seluruh dunia.

Menduplikasi

Untuk menciptakan duplikat genetik pohon raksasa tentu tidak mudah. Pertama, para pengiat kelompok tersebut melacak sisa-sisa tiga pohon raksasa, yang memiliki tunggul diameter 10,6 meter lebih. Salah satu pohon itu bernama Fieldbrook Stump, yang tumbuh dekat McKinleyville. Pohon Fieldbrook diperkirakan berusia sekitar 4.000 tahun dan menjulang setinggi 40 meter sebelum ditebang. Setelah menemukan sisa-sisa dari pohon raksasa itu, tim mengumpulkan sisa materi yang hidup. Selanjutnya, tim memulai proses menumbuhkan akar dari spesimen agar menjadi duplikat genetik pohon baru.

Kelompok ini membutuhkan biaya US$2 juta, setara Rp19,4 miliar selama empat tahun pengembangan. "Ini adalah langkah pertama menuju produksi massal," kata David Milarch, pendiri Achangel Ancient Tree Archive. "Kami perlu menanami pohon di Bumi ini. Ini penting. Untuk melakukannya, cukup masuk akal jika menggunakan pohon terbesar, tertua, dan paling ikonik yang pernah hidup," tambah Milarch.  Kelompok tersebut berencana menanam pohon hasil duplikasi di tujuh negara berbeda sekaligus memperingati Hari Bumi.

Tujuh negara itu diantaranya Jerman, Irlandia, Wales, Inggris, Selandia Baru, Australia, dan Amerika Serikat. Kelompok ini berharap penanaman di berbagai iklim dan lokasi, memberikan kesempatan kelangsungan hidup jangka panjang pohon duplikasi dalam mengantisipasi perubahan iklim.

sumber: http://teknologi.news.viva.co.id/news/read/407837-cegah--i-global-warming--i---kelompok-ini-bikin-duplikasi-pohon

No comments:

Not Indonesian?

Search This Blog