Kapal Angkut Berat

Bila Anda perlu untuk mengangkut kargo, barang, dan bahan yang sangat besar dan berat dari satu tempat ke tempat lain, kapal adalah pilihan ideal meskipun mereka sangat lambat. Ribuan operator kargo laut beroperasi di samudra dan lautan dunia setiap tahun, dan mereka menangani sebagian besar perdagangan internasional. Lalu ada kapal angkut berat yang dirancang untuk membawa beban yang terlalu besar yang bahkan kapal kargo tidak dapat mengangkutnya, seperti, kapal lainnya, rig pengeboran atau apa pun yang terlalu besar atau berat untuk dapat dengan mudah diangkut di kapal konvensional.





Kapal Angkut Berat terdiri dari dua jenis: semi-terendam yang mampu mengangkat kapal lain keluar dari air dan mengangkutnya; dan kapal tambahan fasilitas bongkar di pelabuhan yang tidak cukup terlengkapi. Kapal Angkut Berat semi-terendam lebih dikenal sebagai "flo/flo" (float-on/float-off). Kapal ini memiliki dek panjang dan rendah yang bisa turun di bawah air yang memungkinkan platform minyak, kapal-kapal lain, atau kargo apung lainnya untuk dipindahkan ke posisi. Tanki tanki air kemudian dipompa keluar, dan dek naik lebih tinggi, mengangkat kargo, dan siap untuk berlayar kemana pun kargo harus dipindahkan.

Kapal angkut berat pertama di dunia adalah MV Lichtenfels (132 ton) dibangun pada tahun 1920 oleh perusahaan pelayaran di Bremen DDG Hansa. Setelah Perang Dunia II, DDG Hansa menjadi perusahaan pelayaran angkut berat terbesar di dunia. Hari ini gelar tesebut dimiliki oleh Dockwise yang saat ini mengoperasikan 19 kapal angkut berat - armada terbesar di dunia kapal semi-submersible dari berbagai ukuran dan jenis.

Pelanggan dari kapal-kapal flo/flo ini, sebagian besar adalah industri minyak. Flo/flo telah mengangkut banyak rig pengeboran minyak dari situs konstruksi mereka ke lokasi pengeboran..

Pada tahun 1988, kapal angkut berat Mighty Servant 2 menderek kapal fregat USS Samuel B. Roberts, yang hampir tenggelam terkena ranjau laut di Teluk Persia. Sebelas tahun kemudian, MV Blue Marlin mengangkut kapal perusak AS, USS Cole dari Aden, Yaman ke Pascagoula, Mississippi, setelah kapal perang tersebut rusak dalam serangan bom pada 12 Oktober 2000.

Pada tahun 2004, Blue Marlin memindahkan platform minyak semi-terendam terbesar di dunia, Thunder Horse, lebih dari 15.000 mil laut dari Okpo, Korea ke Corpus Christi, Texas.

Banyak dari kapal-kapal yang lebih besar dari kelas ini dimiliki oleh perusahaan Dockwise, termasuk Mighty Servant 1, MV Blue Marlin, dan MV Black Marlin. Perusahaan ini juga telah membangun kapal angkut berat lain bernama Vanguard yang memiliki kapasitas angkat 50% lebih besar dan daerah dek 70% lebih besar dari kapal angkat berat terbesar sebelumnya, Blue Marlin. Dengan panjang 275 meter dan lebar 70 meter, Vanguard bisa mengangkat 110.000 ton dan melakukan perjalanan melintasi lautan dengan laju 14 knot.



Mighty Servant


Mighty Servant II membawa USS Samuel B. Roberts dari Dubai ke Newport, tahun 1988.




Dockwise Swan
Dockwise Swan memuat sebuah kapal kecil di deknya




Dockwise Tern
Dockwise Tern dalam proses memuat sebuah platform minyak





Dockwise Black Marlin




Dockwise Blue Marlin








Dockwise Vanguard



No comments:

Not Indonesian?

Search This Blog