Kegunaan dan Cara Pembuatan Aluminium

Aluminium adalah unsur logam yang termasuk dalam golongan III satu tim dengan Boron, Galium, Indium dan Talium. Sifat fisik logam ini berwarna putih silver, mengkilap, lembut, dan kuat. Asal sobat hitung tahu, aluminiumm adalah salah satu logam yang paling banyak ditemui di kerak bumi. Paling tidak 8% komposisi kerak bumi adalah logam yang satu ini. Aluminium tergolong logam yang sangat ringan dengan berat jenis (densitas) 2,7 g/cm3. Logam dengan nomor atom 13 ini sangat reaktif. Ia jarang sekali dijumpai dalam wujud murninya. Di alam, alumunium banyak bereaksi membentuk berbagai macam senyawa. Ada lebih dari 250 senyawa yang mmengandung unsur ini.


Apa Kegunaan Logam Aluminium?

Aluminium adalah salah satu logam yang punya manfaat yang luas dalam kehidupan kita. Beberapa hal mulai dari hal-hal kecil sehari-hari, industri rumah tangga, dan hingga industri besar banyak memanfaatkan logam berwarna silver ini. Penasaran apa saja manfaat dari logam ringan ini? Check this out..

Pelapis Anti Karat

Aluminium secara alami dapat menghasilkan oksida yang dapat melindungi terhadap korosi (berkarat). Karena kemampuannya ini aluminium sering dijadikan sebagai logam pelapis logam seperti pada proses electroplating.

Daur Ulang Sempurna

Ini dia yang ajaib dari logam aluminium. Logam ini dapat di daur ulang 100% dengan hasil yang sama dengan sebelumnya. Tidak ada penurunan kualitas atau perubahan sifat sedikitpun. Energi yang diperlukan juga tidak terlalu besar karena titik lelehnya yang cukup  rendah

Penghantar Listrik yang Baik

Manfaat logam aluminium memang luar biasa. Aluminium merupakan logam penghantar listrik dan panas yang sangat baik. Salah satu keunggulan yang dimilikinya dibandingkan dengan konduktor lainnya (tembaga) adalah beratnya yang bisa hanya setengahnya. Alasan itulah yang menjadikannya pilihan pertama bahan pembuatan kabel untuk instalasi listrik.
manfaat dan kegunaan aluminium

Ulet dan Elastis

Logam berlambang Al ini punya sifat ulet dan elastis. Bagusnya, ia punya titik didih yang rendah sehingga tidak butuh banyak energi untuk membentuknya ulang. Logam ini mudah dicairkan dan mudah dibentuk sesuai kebutuhan.

Kedap Air

Sobat pernah mengamati ibu dirumah yang memanggang makanan menggunakan aluminium foil? perhatikan bahwa lembaran yang terbuat dari alumunium tersebut tidak mudah basah, sangat tipis, dan tidak mudah ditembus oleh bau masakan. Alumunium foil ini membantu menjaga aroma tidak bocor dan gizi makanan tidak banyak yang hilang. Sobat kenal dengan yang namanya tawas? Tawas adalah senyawa penting aluminium yang punya rumus kimia KAl(SO4)2. Tawa ini berguna untuk mengendapkan kotoran yang ada di air. Tawas inilah yang sering sobat lihat digunakan untuk membersihkan kolam renang.

Bagaimana Cara Memperoleh Aluminium?

Aluminium sebagian besar didapat dengan proses yang disebut proses Hall-Heroult. Awalnya Al2O3 yang berasal dari bauksit dipanaskan hingga melelh dengan kriolit NA3ALF6 cair yang berfungsi sebagai lektrolit. Setelah itu lelehan tersebut dielektrolisis dengan elektroda grafit. Fungsi dari kriolit cair ini adalah untuk melarutkan AL2O3 dan meningkatkan konduktivitas sel sehingga bisa mengantarkan listrik dan panas lebih baik. Berikut tahapan lengkapnya:
Prinsip dalam proses Hall-Heroult ada dua tahapan utama. Yang pertama adalah pemurnian Al2O3 dari bauksi dan proses utama berikutnya dalah elektrolisis Al2O3 dengan elektrolit kriolit untuk mendapatkan logam aluminium murni.

Pemurnian Al2O3 dari Bauksit

Ke dalam padatan bauksit ditambahkan larutan pekat basa kuat NaOH. Basa ini berfungsi untuk melarutkan Al2O3, sedangkan zat lainnya tidak larut. Reaksinya
Al2O3 (s) + 2NaOH (aq) + 3H2O(l) —> 2NaAl(OH)4(aq)
Selanjutnyalarutan  NaAl(OH)4 diendapkan dengan mengalirkan gas CO2 hingga didapat endapan aluminium hidroksida
2NaAl(OH)4(aq) + CO2(g) —> 2Al(OH)3(s) + Na2CO3(aq) + H2O(l)
Al(OH)3 yang terbentuk kemudian di saring dan dipanaskan hingga di dapat aluminium murni
2Al(OH)3(s) —> Al2O3(s) + 3H2O(g)

Elektrolisis Al2O3 dengan elektrolit Kriolit Cair

 Al2O3 dilarutkan dalam kriolit cair, kemudaian dilakukukan elektrolisis dengan menggunakan elektroda grafit. Elektroda grafit yang dipakai berupa bejana tempat dilarutkannya aluminium oksida dengan  kriolit cair. Reaksi elektrolisis yang terjadi :
proses harl heroult pada pembuatan aluminium
Oksigen harsil reaksi di atas bisa berekaksi dengan anode yang merupakan karbon membentuk karbon monoksida dan karbon dioksida. Hal ini menyebabkan karbon (anode) semakin lama akan semakin berkurang dan ketika habis harus diganti agar proses elektrolisis bisa terus berlangsung.
artikel ini disalin lengkap dari: http://rumushitung.com/2014/04/25/aluminium-kegunaan-dan-cara-memperolehnya/
halaman utama website: http://rumushitung.com/
jika mencari artikel yang lebih menarik lagi, kunjungi halaman utama website tersebut. Terimakasih!

No comments:

Not Indonesian?

Search This Blog