Kisah Menyeramkan Dibalik Munculnya Ilmu Transplantasi Organ

Vladimir Petrovich Demikhov adalah seorang ilmuwan Soviet. Dan dia melakukan eksperimen aneh dengan kepala anjing, menjaga kepala seekor anjing tetap hidup meski telah dipisahkan dari tubuhnya, dan kemudian menanam kepala itu ke tubuh anjing lain.




Vladimir Petrovich Demikhov
Lahir pada tahun 1916, Demikhov menjadi terkenal karena eksperimen dalam transplantasi organ selama tahun 1930-an hingga 1950-an, setelah dia menjabat sebagai dokter bedah di rumah sakit Tentara Merah selama Perang Dunia II. Selama hari-hari pertempuran, dia sering menjahit luka dan mengamputasi tentara-tentara korban perang. Di saat kesibukannya yang seperti itulah, ia memiliki ide yang sangat gila: Kita mungkin dapat melakukan transplantasi jantung dan paru-paru pada manusia.

Tidak ada yang percaya kepada-nya. Karena pada saat itu, transplantasi organ adalah sebuah konsep yang luarbiasa gila. Saking gilanya, maka butuh orang gila seperti Stalin untuk mendukung konsep ini: Stalin mendirikan fasilitas medis rahasia setelah perang untuk bereksperimen dengan transplantansi organ dan pencarian hidup panjang.

Di laboratoriumnya pada fasilitas medis rahasia tersebut, Demikhov berhasil mencangkokkan jantung dan paru-paru antar hewan. Pada tahun 1960 ia menerbitkan monografi ilmiah pertama tentang transplantology, berjudul "Transplantasi Eksperimental Organ Vital." Itu sebuah karya yang memulai ilmu transplantasi seperti yang kita kenal sekarang. Bahkan, Dr. Christiaan Neethling Barnard - dokter bedah pertama yang melakukan transplantasi jantung manusia dengan sukses- menganggap Demikhov sebagai mentornya.


Tapi Demikhov menjadi lebih terkenal karena percobaan transplantasi lain yang lebih gila: transplantasi kepala anjing!

Setelah sukses melakukan transplantasi pertama dengan rekannya Profesor AG Konevskiy di Universitas Kedokteran negara bagian Volgograd, Demikhov mulai melakukan pertukaran kepala anjing-anjing.

Dia juga menanamkan kepala anjing dan bagian tubuh lain dari seekor anjing pada anjing yang berbeda, sehingga menghasilkan hibrida yang sangat aneh yang hanya bertahan selama beberapa bulan. Penelitian ini menginspirasi seorang dokter Amerika, Robert White, yang juga ahli bedah perang dunia kedua lainnya dengan mengikuti jejak ahli bedah Soviet, melakukan eksperimen yang sama dengan monyet rhesus.


Karya Demikhov menyebabkan 'perlombaan' transplantasi antara Uni Soviet dan Amerika Serikat. White memiliki ide-ide gila sendiri, seperti transplantasi kesadaran dari tubuh ke tubuh dengan mentransplantasikan otak. Ini adalah sesuatu yang tidak atau belum berhasil dilakukan (meskipun mungkin tranplantasi ini sampai sekarang masih dicoba di beberapa fasilitas bawah tanah rahasia ... hehehe). Saat ini ada beberapa keberhasilan dengan transplantasi stem sel ke dalam otak (terutama dengan penyakit Parkinson dan Alzheimer). Namun sel-sel baru ini sering mati tidak lama setelah implantasi

Untuk semua pekerjaannya yang luar biasa, yang mengawali munculnya ilmu transplantasi yang telah menyelamatkan jutaan nyawa sejauh ini, Vladimir Petrovich tidak menerima banyak pengakuan dan penghargaan. Dia meninggal pada tahun 1998, tak dikenal dan diabaikan di negaranya sendiri dan oleh seluruh dunia, plus dibenci oleh seluruh anjing yang ada di planet ini :)




No comments:

Not Indonesian?

Search This Blog