Makna Tembang Lir-ilir


Sunan kali jaga mengenalkan islam kepada para
pamong,adipati,raja,rakyat dengan jalan
pendekatan budaya.
Hal ini mnampak jelas pada
sebuah tembang.
“Lir-ilir” tembang ini biasanaya di dendangkan oleh anak-anak jawa yang sewdang
bermain barsama-sama.
Namaun anak SD tidak
pernah mengerti makna tembang yang di
yanyikanya.
Bahkan ketika guru SD mengajarkan
tembang tersebut,ya hanya tahu sebatas
tembang.
seperti anak-anak muda yang lagi kegilaan terhadap lagu-lagu barat.
Mereka tidak pernah memikirkan makna yang
terkandung dalam syair lagu yang
diyanyikan.bahasanya pun kebanyakan tak
mereka mengerti.apalagi maknanya.
Bagi orang dewasa pun tembang lir-ilir dinyayikan sebagai tembang kenagan.tak lebih
dari itu.dan hanya orang-orang tertentu yang
tertarik memahami maknanya.
mengapa??
Kerena tembang lir-ilir sebenarnya merupakan ajakan hidup bermakrifat,ajakan untuk
menjalankan hidup batin yang lebih
dalam.jadi,bukan hanya mengajak orang lain
memeluk agama islam,seperti yang dipahami oleh
orang jawa yang beragama islam dan terutama
pada pejabat pemerintahan seperti adipati,para praja,tumenggung dan demang yang baru
memeluk agama islam.
Sunan agar para pemegang kekuasaan yang
sudah beragama islam tidak berperilaku seperti
raja-raja di ahir pemerintahan kerajaan
majapahit.
Hanya kekuasaan saja yang diperebutkan,sedangkan rakyat tidak
diperhatikan.
seperti bait ketiga tembang lir-ilir
berikut. “ Dodotiro,dodotiro,kumitir bedhah ing
pinggir,dondomono,jlumatono,kanggo sebo
mengko sore

Para pamong di ingatkan bahwa pakaian mereka
itu telah robek-robek pinggirnya”dodotiro kumitir bedhah ing pinggir” apa yang di maksud dengan dodot?
dodot adalah kain panjang yang dipakai
para raja.dodot juga digunakan sebagai selimut
tidur.
Nah,sunan kalijaga mengigatkan agama para
raja ,adipati, sudah pada robek pingirnya.
sudah
kehilangan bentuk,sudah tak layak untuk dipegangi,makanya,agama itu harus di perbaiki.
Apanya yang di perbaiki??
Tentu saja aklaknya atau budi pekertinya.
agama
tanpa perbaikan aklak,tidak ada artinya,orang
yang perilakunya buruk,kalaupun pemimpin
masyarakatpun akan bertindak tidak semena- mena alias semaunya sendiri.
Dodot” harus di jahit agar tampak utuh
Kembali,dalam bahasa sunan
dikatakan”dodomono,jlumatono,kanggo sebo mengko sore“(jahitlah pakaian anda untuk menghadap)
Menghadap kepada siapa??
Menghadap kepada hadirat tuhan yang maha
kuasa.
orang yang akan menghadap hadirat ilahi
atau berkomunikasi dengan tuhan,harus
memperbaiki agamanya.
Omong-kosong jika orang masih buruk
agamanya,bisa berkomunikasi dengan tuhan,kalau
toh,tuhan yang disebut oleh orang-orang yang
demikian ini,maka itu hanyalah Tuhan yang lahir
dari mulut.
“Cah angon,cah angon penekno blimbing kuwi,lunyu-lunyu peneken,kanggo mbasuh
dodotiro”

(wahai gembala,panjatlah pohon blimbing
itu,meskipun licin,tetap panjatlah).
Gunakan perasaan buah untuk mencuci hama
pada dodot anda,begitulah ajakan para sunan
kepada para raja,demang,adipati pada zaman
dahulu.

No comments:

Not Indonesian?

Search This Blog