Misteri Lukisan Wandjina

Menurut mitos, di beberapa tempat di Australia yang dianggap suci oleh orang-orang pribumi, pernah terjadi pertempuran sengit antara Dewa Matahari, yang datang dari langit dengan sebuah kapal, dan Dewa Bumi. Pertempuran ini kemudian digambarkan pada monolit-monolit aneh yang tersebar di seluruh negeri. Ada banyak di Kimberley, di lanskap yang jarang penduduknya, di barat laut. Di sana, pada tahun 1838, penjelajah George Grey menemukan beberapa lukisan batu antropomorfik yang sangat mirip dengan apa yang saat ini diyakini sebagai bentuk dari alien.




Aborigin menyebutnya Wandjina dan mengatakan mereka dibuat oleh makhluk-mahluk yang pernah turun ke bumi pada zaman kuno. Tinggi mereka sampai tujuh meter, dengan dua soket mata besar pada corak kulit putih. Mereka memiliki lingkaran cahaya di kepala mereka dan memiliki 3-7 jari pada tangan dan kaki mereka. Bagi sebagian orang, mitos ini adalah indikasi yang jelas bahwa di masa lalu, kita pernah dikunjungi oleh mahluk dari luar bumi.


Gambar Wandjina ini diyakini berasal dari 3800 tahun yang lalu, setelah akhir milenium kemarau panjang yang memberi jalan untuk iklim yang lebih basah yang dipengaruhi oleh angin musim reguler.

Saat ini, orang Aborigin tertentu dari suku Mowanjum mengecat kembali gambar-gambar tersebut untuk menjamin kelangsungan Wandjina ini. Pengecatan ulang dilakukan tiap tahun pada bulan Desember atau Januari juga untuk memastikan kedatangan musim hujan, menurut kepercayaan Mowanjum. Pengecatan ulang ini telah begitu sering sehingga pada satu situs, bisa terdapat lebih dari 40 lapisan cat. Gaya lukisan telah berkembang selama proses ini. Lukisan-lukisan dari beberapa tahun terakhir terlihat gempal dan beberapa sekarang memiliki bulu mata.


Gambar atau lukisan Wandjina ini memiliki warna umum hitam, merah dan kuning dengan latar belakang putih. Mereka muncul sendiri atau dalam kelompok, secara vertikal maupun horizontal tergantung pada dimensi batu. Komposisi umum adalah gambar tubuh bagian atas dan kepala besar yang menunjukkan mata dan hidung, tetapi biasanya tidak ada mulut. Dua penjelasan telah diberikan untuk ini: Pertama mereka begitu sakti sehingga tidak memerlukan bicara dan kedua, jika mereka memiliki mulut, hujan tidak akan pernah berhenti. Sekitar kepala Wandjina adalah garis atau blok warna, yang menggambarkan petir, awan atau hujan. The Wandjina dapat menghukum mereka yang melanggar hukum dengan banjir, petir dan badai. Lukisan-lukisan Wandjina masih diyakini memiliki kekuatan ini dan oleh karena itu harus didekati dan diperlakukan dengan hormat. Setiap situs dan lukisan memiliki nama.

No comments:

Not Indonesian?

Search This Blog